Rupiah Anjlok ke Rp 18.023, BI Beberkan Dampak Konflik Timur Tengah dan Strategi Intervensi

- Kamis, 04 Juni 2026 | 13:50 WIB
Rupiah Anjlok ke Rp 18.023, BI Beberkan Dampak Konflik Timur Tengah dan Strategi Intervensi

  • Transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore

  • Transaksi spot di pasar domestik

  • Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik

  • Pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder

"Koordinasi dan komunikasi dengan korporasi dan pelaku pasar lainnya terus dilakukan secara intensif," tegas Destry.

Dorong Penggunaan Mata Uang Lokal untuk Kurangi Ketergantungan Dolar AS

Sebagai upaya jangka panjang, Bank Indonesia juga gencar mendorong penggunaan mata uang lokal dalam kerja sama bilateral melalui skema Local Currency Transaction (LCT). Langkah ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dan memitigasi risiko volatilitas nilai tukar.

Hingga saat ini, kerja sama LCT telah terjalin dengan sejumlah negara mitra dagang utama, yaitu:


  • Tiongkok

  • Jepang

  • Malaysia

  • Thailand

  • Korea Selatan

  • Uni Emirat Arab

Diversifikasi transaksi perdagangan melalui skema LCT ini menunjukkan peningkatan signifikan. Pada bulan April, volume transaksi mencapai sekitar USD 22,7 miliar, mendekati total capaian sepanjang tahun lalu yang sebesar USD 25,7 miliar.

Pelemahan Rupiah Masih Sejalan dengan Mata Uang Kawasan

Secara keseluruhan, pelemahan rupiah dinilai masih sejalan dengan pergerakan mata uang negara-negara lain di kawasan Asia. Sejak awal tahun hingga saat ini (year to date/YTD), rupiah tercatat melemah sekitar 7,44 persen terhadap dolar AS.

Cadangan Devisa Tetap Kuat, Ketahanan Eksternal Terjaga

Meskipun menghadapi tekanan, Bank Indonesia menegaskan bahwa kondisi ketahanan eksternal Indonesia masih cukup baik. Hal ini tercermin dari posisi cadangan devisa yang tetap tinggi.

"Cadangan devisa tetap terjaga di level USD 146,2 miliar pada akhir April 2026," ucap Destry. Angka ini menjadi bantalan yang kuat bagi perekonomian nasional dalam menghadapi gejolak global saat ini.


Halaman:

Komentar