GoTo resmi melepas 75 persen saham Tokopedia ke ByteDance, induk perusahaan TikTok, pada Januari 2024. Setelah akuisisi, perusahaan e-commerce tersebut menjadi pengelola platform Tokopedia dan TikTok Shop. Akuisisi Tokopedia oleh TikTok terjadi setelah pemerintah melarang TikTok, sebagai platform media sosial, menjalankan layanan e-commerce karena dianggap rawan monopoli. Sebelumnya, TikTok Shop sempat menghentikan operasinya di Indonesia.
TikTok kini menjadi pemegang saham 75,01 persen di Tokopedia melalui penyerapan saham baru, sementara GoTo tetap memegang 24,99 persen saham Tokopedia yang bersifat non-dilutif. Sesuai kesepakatan, GoTo masih berhak atas arus kas dari entitas asosiasi Tokopedia berupa imbalan jasa e-commerce yang dibayarkan setiap kuartal. Perseroan juga mencatat laba atau rugi Tokopedia sesuai porsi kepemilikan saham GOTO.
Nilai imbalan jasa e-commerce yang diterima GoTo mencapai Rp820 miliar pada tahun 2025. Angka ini naik 32 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp622 miliar.
Posisi Tokopedia di Pasar E-commerce Asia Tenggara
Laporan terbaru berjudul Ecommerce in Southeast Asia 2026 dari Momentum Works menempatkan Tokopedia di posisi paling bawah di antara pemain utama pada tahun 2025. Total pasar e-commerce di kawasan Asia Tenggara mencapai US$157,6 miliar pada tahun 2025, tumbuh 22,8 persen year-on-year.
Berdasarkan data Gross Merchandise Value (GMV) tahun 2025, Tokopedia mencatat angka paling rendah, sekitar US$9 miliar, sehingga berada di urutan terakhir di antara platform besar Asia Tenggara. Shopee masih memimpin dengan US$83,2 miliar, disusul TikTok Shop dengan US$45,6 miliar, dan Lazada sekitar US$18 miliar.
Justru TikTok Shop yang mencuri perhatian. Platform ini membukukan lonjakan GMV lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun 2024. Jika digabung dengan Tokopedia yang kini berada di bawah kendalinya, total GMV e-commerce TikTok di Asia Tenggara mencapai 65,7 persen dari GMV Shopee.
Artikel Terkait
Indonesia Siap Terapkan B50 Mulai 2026: Langkah Strategis Menuju Swasembada Energi
Purbaya ke China Urus Panda Bond, Ekonom: Jangan Dibesar-besarkan, Ini Baru Cari Utang!
Pertamina Resmi Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green per 10 Juni 2026, Ini Daftar Terbarunya
Mantan Menkeu Peringatkan Prabowo soal Permainan Oligarki di Balik Pelemahan Rupiah