KPK Periksa Petinggi PBNU Gus Aiz, Diduga Terima Aliran Dana Korupsi Kuota Haji
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga adanya aliran uang terkait kasus dugaan korupsi kuota haji kepada Ketua Bidang Ekonomi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Aizzudin Abdurrahman atau Gus Aiz. Ia telah diperiksa sebagai saksi pada Selasa (13/1/2026).
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan, "Ada dugaan aliran kepada yang bersangkutan." Pemeriksaan ini merupakan bagian dari pendalaman kasus dugaan korupsi penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama tahun 2023-2024.
"Ini didalami maksudnya seperti apa, tujuannya untuk apa, kemudian bagaimana proses dan mekanisme aliran uang itu bisa terjadi," jelas Budi Prasetyo di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, Jakarta.
Ketika ditanya apakah aliran dana tersebut mengarah ke institusi PBNU, KPK menyatakan bahwa fokus pemeriksaan saat ini masih pada Aizzudin Abdurrahman secara personal. "Saat ini masih terkait dengan yang bersangkutan," tegas Budi.
Latar Belakang Kasus Korupsi Kuota Haji
Kasus ini mulai disidik KPK sejak 9 Agustus 2025. Pada 11 Agustus 2025, KPK mengumumkan perkiraan kerugian negara mencapai lebih dari Rp1 triliun dan telah mencegah tiga orang bepergian ke luar negeri, yaitu:
Artikel Terkait
Kasat Narkoba Polres Toraja Utara Diduga Terima Setoran Rp10 Juta per Minggu dari Bandar
KPK Ungkap Modus Keluarga Bupati Fadia Arafiq Kuasai Proyek RSUD Pekalongan Senilai Rp46 Miliar
Beda Keterangan OTT KPK: Fadia Arafiq Klaim Bersama Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi Bantah
KPK Tangkap Bupati Pekalongan Fadia Saat Ngecas Mobil Listrik di SPKLU Semarang