Fakta Baru Sidang Ijazah Jokowi: Klaim Inkonsistensi KPU dan Bukti Tersensor
Jakarta - Kubu Bon Jowi (Bongkar Ijazah Jokowi) mengklaim menemukan sejumlah fakta baru dan substansial dalam sidang sengketa informasi publik mengenai ijazah mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Komisi Informasi Pusat (KIP).
Klaim Verifikasi Faktual dan Pengakuan KPU Pusat
Lukas Luwarso, perwakilan kubu tersebut, menyatakan bahwa dalam sidang terungkap pernyataan KPU Solo bahwa verifikasi faktual calon kepala daerah tidak wajib dan hanya dilakukan jika ada keganjilan. Menurutnya, hal ini menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana keganjilan bisa diketahui tanpa verifikasi.
Lebih lanjut, disebutkan bahwa KPU Pusat baru mengaku di sidang kelima bahwa mereka pernah mempublikasikan dokumen persyaratan calon presiden Jokowi pada Pilpres 2014 dan 2019 di website resmi. "Pengakuan ini baru muncul di sidang ke-5, sidang 1-4 jadi muspro (sia-sia)," tutur Lukas.
Artikel Terkait
KPK Tetapkan Rektor Unsoed Tersangka Gratifikasi Rp680 Juta dari PMB Jalur Mandiri 2025-2026
KPK Periksa Mantan Wabup dan 8 Pejabat Sukoharjo, Bongkar Kode Rahasia Padakno Karo Bapak dalam Kasus Pemerasan Etik Suryani
Kejagung Buka Suara: Trading in Influence di Kasus Jampidsus Febrie Bukan Pasal Pidana, Ini Penjelasan Lengkapnya
Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Diciduk KPK: Uang Ratusan Juta Diamankan dalam OTT Suap Penerimaan Mahasiswa Baru