Struktur Perusahaan dan Dugaan Intervensi
PT RNB didirikan oleh suami Fadia, Mukhtaruddin Ashraff Abu (anggota DPR), bersama anak mereka, Muhammad Sabiq Ashraff (anggota DPRD Pekalongan). KPK menduga Fadia sebagai penerima manfaat utama. Perusahaan ini aktif mengikuti pengadaan di Pemkab Pekalongan, termasuk di 17 perangkat daerah dan tiga RSUD.
Dugaan intervensi kuat dilakukan agar PT RNB memenangkan proyek, antara lain dengan memberikan dokumen Harga Perkiraan Sendiri (HPS) sebelum lelang berlangsung.
Aliran Dana Rp46 Miliar dan Peran Grup WhatsApp
Total transaksi PT RNB dari kontrak pemerintah periode 2023-2026 mencapai sekitar Rp46 miliar. Sekitar Rp19 miliar diduga dinikmati keluarga bupati dan pihak terkait. Distribusi dana diduga diatur melalui grup WhatsApp "Belanja RSUD", tempat setiap pengambilan uang untuk bupati dilaporkan.
KPK terus mendalami kasus ini untuk mengungkap seluruh rangkaian tindak pidana korupsi yang diduga merugikan keuangan daerah.
Artikel Terkait
Kasat Narkoba Polres Toraja Utara Diduga Terima Setoran Rp10 Juta per Minggu dari Bandar
Beda Keterangan OTT KPK: Fadia Arafiq Klaim Bersama Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi Bantah
KPK Tangkap Bupati Pekalongan Fadia Saat Ngecas Mobil Listrik di SPKLU Semarang
Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Ditangkap KPK dalam OTT: Kronologi dan Fakta Terbaru