"Hal ini juga telah menimbulkan keresahan para ASN Pemkab Langkat," tegasnya.
Tak hanya itu, KPK juga menemukan dugaan praktik jual beli jabatan kepala sekolah SD maupun SMP. "Ketika jabatan kepala sekolah diperdagangkan, yang dipertaruhkan bukan hanya tata kelola pemerintahan, tetapi juga masa depan pendidikan anak-anak," tambah Taufik.
Selain mutasi dan pengangkatan kepala sekolah, penyidik juga mendalami dugaan gratifikasi terkait pengadaan seragam sekolah dasar. "Ketika banyak anak didik membutuhkan seragam sekolah, namun justru pengadaannya tidak luput menjadi ceruk korupsi," tandasnya.
Temuan dugaan gratifikasi ini akan terus didalami penyidik bersamaan dengan proses penyidikan perkara suap proyek. Dalam kasus tersebut, KPK telah menetapkan Syah Afandin (SAF) selaku Bupati Langkat periode 2025-2030 sebagai tersangka penerima suap. Sementara itu, Yaqub Abdhal Al Mu'arif (YQB), pihak swasta sekaligus Tim Sukses SAF pada Pilkada 2024, ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.
Artikel Terkait
Menhut Raja Juli Akui Terima Amplop dari Bupati Kuansing, Tapi Sudah Dikembalikan 17 Hari Sebelum OTT KPK
KPK OTT Bupati Langkat dan 6 Tersangka Lain, Sita Uang Ratusan Juta
Bupati Langkat Syah Afandin Ditangkap KPK OTT: Profil, Harta Kekayaan, dan Kronologi Lengkap
Kolonel BU Terseret Korupsi Makan Bergizi Gratis, Jampidmil Kejagung Turun Tangan