Sidang Praperadilan Febrie Adriansyah Diwarnai Demo Massa: Tuntut Independensi Hakim dan Tolak Praperadilan
MULTAQOMEDIA.COM — Sidang perdana permohonan praperadilan yang diajukan oleh mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah, berlangsung ricuh. Ratusan massa dari Gerakan Merdeka Kawal Praperadilan menggelar aksi unjuk rasa di sekitar Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa, 18 Agustus 2026. Aksi ini menjadi sorotan publik karena menyuarakan penolakan tegas terhadap langkah hukum Febrie.
Massa Menolak Praperadilan dan Minta Proses Hukum Transparan
Sekitar 200 orang massa aksi hadir untuk menyampaikan penolakan terhadap permohonan praperadilan Febrie Adriansyah. Mereka mendesak agar seluruh proses hukum berjalan secara transparan, profesional, objektif, serta bebas dari tekanan dan intervensi pihak mana pun. Isu utama yang diangkat adalah independensi hakim dan keberlanjutan penegakan hukum di Indonesia.
Orator: Jabatan Bukan Kekebalan Hukum
Dalam orasinya, orator bernama Handerden menegaskan bahwa masyarakat memiliki kepentingan besar untuk memastikan proses hukum berjalan berdasarkan hukum dan alat bukti yang sah. Ia menekankan bahwa praperadilan tidak boleh dijadikan tameng oleh para pejabat.
Artikel Terkait
Gus Yaqut Sakit saat Sidang Eksepsi Korupsi Kuota Haji Rp622 M, Tetap Kuat Hadapi Persidangan
Sidang Eksepsi Gus Yaqut Hari Ini: Bantahan Dakwaan Korupsi Kuota Haji Rp622 Miliar
Prabowo Bongkar 1.074 BUMN: KPK Tunggu Langkah Konkret Pengadilan Ad Hoc
Vokalis Band Berinisial C Dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas Dugaan Penistaan Agama