“Kami berdiri teguh bersama Qatar dan mengutuk serangan berbahaya Israel yang menargetkannya," ujarnya.
Dari Eropa, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan serangan Israel melanggar kedaulatan Qatar dan berisiko memicu eskalasi yang lebih luas di kawasan.
Presiden Prancis Emmanuel Macron juga mengecam keras.
“Serangan terhadap Qatar tidak dapat diterima, apa pun alasannya,” tulis Macron di platform X.
“Saya menyatakan solidaritas saya kepada Qatar dan Emir Sheikh Tamim Al Thani. Perang tidak boleh meluas ke kawasan ini," tegasnya.
Spanyol dan Uni Eropa turut mengecam. Pemerintah Spanyol menyebut serangan Israel sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan kedaulatan Qatar.
Sementara Uni Eropa memperingatkan agar semua pihak menghindari eskalasi lebih lanjut yang hanya akan memperburuk konflik Gaza.
Sikap Amerika Serikat sendiri tampak dilematis. Gedung Putih mengatakan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump sudah diberitahu oleh militer AS mengenai serangan itu.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menilai lokasi serangan sangat disayangkan karena Doha adalah sekutu dekat Washington.
“Pengeboman sepihak di Qatar, negara berdaulat dan sekutu dekat Amerika Serikat yang bekerja sangat keras menengahi perdamaian, tidak akan memajukan tujuan Israel atau Amerika,” ujarnya. Namun, ia juga menegaskan bahwa “melenyapkan Hamas adalah tujuan yang mulia.”
Trump sendiri menyatakan keprihatinan dan menegaskan bahwa keputusan ini sepenuhnya diambil oleh Netanyahu.
“Saya merasa sangat buruk tentang lokasi serangan. Ini adalah keputusan Netanyahu, bukan keputusan saya,” tulisnya di Truth Social.
Sementara itu, perwakilan Hamas di Teheran, Khaled al-Qaddoumi, mengklaim bahwa upaya pembunuhan terhadap para pemimpin Hamas di Doha gagal total.
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Bumi Hilang Gravitasi 7 Detik 12 Agustus 2026? Ini Fakta Sains yang Membantah Hoaks Viral
Perang Dunia 3? Klaim Dewan Perang Eropa & Bantahan Uni Eropa Dikupas Tuntas
Jerman Bangkitkan Militer Terkuat di Eropa 2026: Anggaran Rp1.950 Triliun & Wajib Militer Baru
Kecelakaan Kereta Cepat Spanyol di Adamuz: 21 Tewas, Penyebab Diduga Anjlok