Pengembalian empat jenazah ini dilakukan Hamas setelah Israel menuduh kelompok tersebut tidak mematuhi kesepakatan gencatan senjata.
Selain menuduh, Israel bahkan mengancam Hamas akan menghentikan bantuan ke Gaza.
Perselisihan mengenai jenazah 28 sandera menjadi krisis pertama dalam proses perdamaian.
Di antara para sandera yang meninggal dan jenazahnya belum dikembalikan adalah dua warga negara Amerika, Itay Chen dan Omer Neutra.
Dikutip Axios, Hamas berjanji untuk memulangkan ke-28 orang tersebut berdasarkan kesepakatan, tetapi menekankan selama negosiasi bahwa mereka tidak mengetahui lokasi pasti banyak dari mereka.
Kelompok tersebut mengatakan beberapa orang terjebak di bawah reruntuhan, dan mungkin butuh waktu berbulan-bulan untuk menemukan semuanya.
Pada hari Senin, Hamas memberi Israel empat jenazah melalui Palang Merah, lebih sedikit dari yang diperkirakan pejabat Israel.
Ketika terungkap bahwa Hamas tidak bermaksud mengembalikan jenazah tambahan pada hari Selasa, Israel mengklaim bahwa hal itu merupakan pelanggaran perjanjian dan mengancam akan menunda penerapan aspek penting lainnya dari kesepakatan tersebut.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyetujui keputusan untuk memblokir pembukaan kembali penyeberangan Rafah dari Gaza ke Mesir, dan mengurangi separuh jumlah truk bantuan yang memasuki Gaza jika lebih banyak jenazah tidak dikembalikan.
Pihak Israel menekankan, melalui mediator Qatar dan Mesir, bahwa mereka melihat pengembalian jenazah sebagai bagian penting dari perjanjian.
Israel menuntut upaya maksimal dari Hamas untuk menemukan para jenazah.
Seorang pejabat senior Israel mengatakan Hamas tampaknya baru menyadari betapa seriusnya Israel menanggapi masalah ini pada hari Selasa.
Pejabat tersebut mengklaim bahwa para pejabat Hamas kini menyadari bahwa Israel tahu lebih banyak daripada yang mereka duga tentang jumlah dan lokasi jenazah yang ditahan Hamas
Sumber: Tribunnews
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Kapal Perang AS di Teluk Oman, Centcom Bantah Keras
Citra Satelit Ungkap Hancurnya Pangkalan Militer AS di Kuwait Akibat Serangan Rudal Iran
Topan Jangmi Lumpuhkan Jepang: 60.000 Rumah Mati Listrik, Ratusan Penerbangan Batal
Trump Murka ke Netanyahu: Sebut Gila hingga Ancam Penjara, Perang Lebanon Jadi Pemicu