Sebaliknya, Nicolas Maduro menunjukkan sikap berbeda. Meski berjalan dengan tangan diborgol di bawah pengamanan ketat di sebuah helipad di New York City, Maduro sempat mengacungkan jempol dan memberikan tanda damai ke arah kamera.
Lokasi dan Dakwaan Hukum Berat
Kehadiran Flores di New York menarik perhatian besar mengingat pengaruhnya di lingkaran kekuasaan Venezuela. Setelah ditangkap, pasangan ini sempat dibawa ke Stewart Air National Guard Base sebelum akhirnya dipindahkan ke Metropolitan Detention Center (MDC) Brooklyn, penjara federal berkeamanan tinggi.
Kini, mereka bersiap menghadapi konsekuensi hukum yang serius. Jaksa Agung AS, Pam Bondi, mengumumkan bahwa Maduro dan Flores telah didakwa di Pengadilan Distrik Selatan New York atas tuduhan konspirasi narco-terorisme, penyelundupan kokain, serta kepemilikan senjata otomatis dan perangkat peledak.
"Mereka akan segera menghadapi sepenuhnya keadilan Amerika, di tanah Amerika, dan di pengadilan Amerika," tegas Bondi dalam pernyataannya di platform X.
Artikel Terkait
Bumi Hilang Gravitasi 7 Detik 12 Agustus 2026? Ini Fakta Sains yang Membantah Hoaks Viral
Perang Dunia 3? Klaim Dewan Perang Eropa & Bantahan Uni Eropa Dikupas Tuntas
Jerman Bangkitkan Militer Terkuat di Eropa 2026: Anggaran Rp1.950 Triliun & Wajib Militer Baru
Kecelakaan Kereta Cepat Spanyol di Adamuz: 21 Tewas, Penyebab Diduga Anjlok