Dalam unggahan di media sosial, miliarder filantropis itu menegaskan bahwa ini bukan sekadar perselisihan politik, melainkan masalah etika dan kemanusiaan. Ia mempertanyakan di mana peran komunitas internasional dan PBB dalam menyikapi aksi unilateral AS ini.
"Hal paling berbahaya adalah pelanggaran kedaulatan ini telah membuka pintu. Tidak ada yang tahu ke mana ini akan membawa dunia," papar Al Habtoor, memperingatkan dampak jangka panjang dari preseden berbahaya ini.
Figur Publik yang Vokal
Khalaf Al Habtoor dikenal vokal menyuarakan isu politik, sosial, dan moral global. Pada Oktober 2025, ia pernah mengirim surat terbuka kepada Presiden AS berisi proposal rekonstruksi Gaza. Baru-baru ini, ia juga aktif mendorong pemuda Emirat Arab untuk menikah demi kelangsungan sosial.
Komentarnya kali ini menyoroti semakin menguatnya kekhawatiran komunitas internasional mengenai intervensi unilateral oleh negara adidaya terhadap kedaulatan negara lain.
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Kapal Perang AS di Teluk Oman, Centcom Bantah Keras
Citra Satelit Ungkap Hancurnya Pangkalan Militer AS di Kuwait Akibat Serangan Rudal Iran
Topan Jangmi Lumpuhkan Jepang: 60.000 Rumah Mati Listrik, Ratusan Penerbangan Batal
Trump Murka ke Netanyahu: Sebut Gila hingga Ancam Penjara, Perang Lebanon Jadi Pemicu