Dalam unggahan di media sosial, miliarder filantropis itu menegaskan bahwa ini bukan sekadar perselisihan politik, melainkan masalah etika dan kemanusiaan. Ia mempertanyakan di mana peran komunitas internasional dan PBB dalam menyikapi aksi unilateral AS ini.
"Hal paling berbahaya adalah pelanggaran kedaulatan ini telah membuka pintu. Tidak ada yang tahu ke mana ini akan membawa dunia," papar Al Habtoor, memperingatkan dampak jangka panjang dari preseden berbahaya ini.
Figur Publik yang Vokal
Khalaf Al Habtoor dikenal vokal menyuarakan isu politik, sosial, dan moral global. Pada Oktober 2025, ia pernah mengirim surat terbuka kepada Presiden AS berisi proposal rekonstruksi Gaza. Baru-baru ini, ia juga aktif mendorong pemuda Emirat Arab untuk menikah demi kelangsungan sosial.
Komentarnya kali ini menyoroti semakin menguatnya kekhawatiran komunitas internasional mengenai intervensi unilateral oleh negara adidaya terhadap kedaulatan negara lain.
Artikel Terkait
Kongres AS Selidiki Kematian Misterius 11 Ilmuwan: Pentagon, FBI, NASA Diminta Klarifikasi
Iran Tolak Perundingan Damai dengan AS: Penyebab, Ancaman Trump & Dampaknya
Trump Tolak Cabut Blokade Pelabuhan Iran: Syarat & Dampak Terkini 2026
Peringatan Gempa M8+ di Jepang: Waspada Tsunami di 182 Kota Pasca Gempa M7.4