Dalam unggahan di media sosial, miliarder filantropis itu menegaskan bahwa ini bukan sekadar perselisihan politik, melainkan masalah etika dan kemanusiaan. Ia mempertanyakan di mana peran komunitas internasional dan PBB dalam menyikapi aksi unilateral AS ini.
"Hal paling berbahaya adalah pelanggaran kedaulatan ini telah membuka pintu. Tidak ada yang tahu ke mana ini akan membawa dunia," papar Al Habtoor, memperingatkan dampak jangka panjang dari preseden berbahaya ini.
Figur Publik yang Vokal
Khalaf Al Habtoor dikenal vokal menyuarakan isu politik, sosial, dan moral global. Pada Oktober 2025, ia pernah mengirim surat terbuka kepada Presiden AS berisi proposal rekonstruksi Gaza. Baru-baru ini, ia juga aktif mendorong pemuda Emirat Arab untuk menikah demi kelangsungan sosial.
Komentarnya kali ini menyoroti semakin menguatnya kekhawatiran komunitas internasional mengenai intervensi unilateral oleh negara adidaya terhadap kedaulatan negara lain.
Artikel Terkait
Donald Trump Ancam Kuba: Target Berikutnya Setelah Iran? Analisis Lengkap
Bunker Israel Rapuh? Jurnalis India Ungkap Fakta Mengejutkan dari Lapangan
Intelijen Rusia Bantu Iran Serang Situs AS-Israel? Fakta & Dampaknya
Iran Hujani Tel Aviv dengan Rudal Klaster: Iron Dome Tembus, Bandara Ben Gurion Terbakar