Rusia Klaim Tembak Jatuh Jet F-16 Ukraina dengan Rudal Pertahanan Udara S-300
Klaim terbaru dari Moskwa menyebutkan pasukan pertahanan udara Rusia berhasil menembak jatuh pesawat tempur F-16 buatan Amerika Serikat yang dioperasikan Angkatan Udara Ukraina. Sistem rudal S-300 disebut sebagai senjata yang digunakan dalam operasi ini.
Pengakuan Komandan Rusia di Televisi Nasional
Dalam siaran stasiun televisi Russia-1 pada Minggu, 11 Januari 2026, seorang komandan dengan nama sandi "Sever" mengungkapkan detail operasi tersebut kepada jurnalis Vladimir Solovyov. Sever menyebut F-16 sebagai target paling berharga yang pernah dihadapi unitnya.
"Kami membutuhkan waktu lama untuk mempersiapkan operasi ini. Kami melacak dan mengantisipasinya. Musuh membanggakan bahwa pesawat-pesawat ini tidak bisa dihancurkan. Nyatanya, mereka jatuh dari langit seperti pesawat lainnya," ujar Sever, seperti dikutip dari laporan RT.
Mekanisme Penembakan Dua Rudal Berurutan
Komandan Sever menjelaskan bahwa serangan dilakukan dengan menembakkan dua rudal S-300 secara berurutan. Rudal pertama bertugas merusak dan mengganggu kestabilan jet F-16, sementara rudal kedua menghancurkannya secara menyeluruh di udara.
Artikel Terkait
Perang Dunia 3? Klaim Dewan Perang Eropa & Bantahan Uni Eropa Dikupas Tuntas
Jerman Bangkitkan Militer Terkuat di Eropa 2026: Anggaran Rp1.950 Triliun & Wajib Militer Baru
Kecelakaan Kereta Cepat Spanyol di Adamuz: 21 Tewas, Penyebab Diduga Anjlok
Lonjakan PTSD & Bunuh Diri di Militer Israel: Dampak Psikologis Perang Gaza 2024-2025