Dasar Keyakinan dan Kendala Hukum
Meski belum memiliki bukti fisik yang kuat, Necla meyakini klaimnya berdasarkan dua hal utama: kemiripan wajahnya yang luar biasa dengan Donald Trump beserta anak-anaknya, dan adanya ketidaksesuaian dalam dokumen status sipil resminya.
Upayanya untuk membuktikan klaim ini secara hukum tidak berjalan mulus. Pada September lalu, pengadilan keluarga di Ankara menolak permohonannya untuk tes paternitas. Alasan penolakan adalah kurangnya bukti awal yang signifikan untuk memulai proses tersebut, terlebih yang melibatkan warga negara asing yang sangat terkenal.
Tekad Necla Ozmen yang Tak Pudar
Penolakan pengadilan tidak menyurutkan niat perempuan berusia 55 tahun ini. Necla dilaporkan telah mengajukan banding atas keputusan tersebut. Selain itu, ia juga aktif mengirimkan berbagai petisi ke Kedutaan Besar Amerika Serikat di Turki serta ke pengadilan di Amerika, sambil menantikan tanggapan yang dapat membuka jalan bagi tes DNA yang ia idamkan.
Kisah Necla Ozmen ini terus menjadi perbincangan, menimbulkan tanda tanya besar sekaligus menunjukkan tekad seorang perempuan untuk mencari tahu identitas asalnya.
Artikel Terkait
Debat AS vs Iran di DK PBB: Trump Siapkan Opsi Militer, Analisis Dampak Global
Warganet Malaysia Khawatir Jadi Target AS Usai Foto Satelit, Bercanda: Kami Cuma Punya Minyak Goreng!
India Desak 10.765 Warganya Segera Tinggalkan Iran, Ancaman Militer AS Meningkat
Arab Saudi Peringatkan AS: Serangan ke Iran Picu Krisis Minyak & Hancurkan Ekonomi Global