Langkah masif Jerman dipicu oleh menipisnya kepercayaan pada jaminan keamanan AS. Jajak pendapat menunjukkan 84% warga Jerman tidak lagi yakin AS akan menjamin keamanan mereka. Kebijakan "nativistik" era Presiden Donald Trump dinilai merendahkan institusi Eropa, memicu keinginan membentuk pertahanan mandiri tanpa ketergantungan penuh pada Washington.
Menghadapi Ancaman Nyata dari Rusia
Ketiadaan jaminan AS menjadi krusial melihat kekuatan militer Rusia yang telah beralih ke mode ekonomi perang penuh. Rusia unggul dalam jumlah personel berpengalaman tempur dan produksi amunisi. Sebaliknya, militer Eropa masih terfragmentasi. Namun, dengan rencana kenaikan belanja pertahanan Jerman hingga 3,5% PDB pada 2030, keseimbangan kekuatan mulai bergeser.
Persepsi Publik dan Tekanan dari Moskow
Delapan dari sepuluh warga Jerman yakin Vladimir Putin tidak berniat damai dan berpotensi memperluas konflik. Ketegangan ini membuat Moskow tidak nyaman. Duta Besar Rusia untuk Jerman, Sergey Nechayev, menyebut Jerman tengah mempersiapkan konfrontasi militer. Bagi Jerman, transformasi ini adalah perjuangan eksistensial di dunia yang kian tidak ramah.
Kilas Balik: Sejarah Kekuatan Militer Jerman dari Masa ke Masa
Jerman memiliki sejarah militer yang kompleks:
- Perang Dunia I & II: Menjadi kekuatan militer darat paling dominan dengan doktrin Blitzkrieg dan inovasi teknologi seperti roket V-2 dan pesawat jet pertama.
- Pasca Kekalahan: Mengalami demiliterisasi total dan larangan memiliki angkatan bersenjata, fokus pada "Keajaiban Ekonomi".
- Perang Dingin: Bundeswehr dibentuk 1955 dengan kontrol sipil ketat, menjadikan Jerman negara pasifis.
- Era Modern (Pasca 2022): Invasi Rusia ke Ukraina memicu Zeitenwende (perubahan zaman). Jerman membuang pasifisme dan berkomitmen pada pembangunan kekuatan pertahanan utama Eropa.
Kesimpulan: Era Baru Pertahanan Eropa
Transformasi militer Jerman tahun 2026 menandai siklus sejarah baru. Dari agresor, menjadi pasifis, kini bangkit sebagai penjaga keamanan kolektif Eropa. Kebangkitan "raksasa tidur" ini bukan untuk agresi, melainkan respons atas ancaman nyata dan kebutuhan akan kedaulatan pertahanan yang mandiri, menandai dimulainya era ketahanan strategis Eropa tanpa ketergantungan mutlak pada Amerika Serikat.
Artikel Terkait
Perang Dunia 3? Klaim Dewan Perang Eropa & Bantahan Uni Eropa Dikupas Tuntas
Kecelakaan Kereta Cepat Spanyol di Adamuz: 21 Tewas, Penyebab Diduga Anjlok
Lonjakan PTSD & Bunuh Diri di Militer Israel: Dampak Psikologis Perang Gaza 2024-2025
Necla Ozmen Klaim Putri Donald Trump: Kronologi, Fakta, dan Upaya Tes DNA