"Pembicaraan ini murni soal nuklir. Program misil sama sekali tidak ada di meja perundingan," tegas diplomat itu.
Ganjalan Besar bagi Diplomasi AS
Sikap keras Iran ini menjadi ganjalan serius bagi upaya diplomasi Amerika Serikat. Washington menilai penghentian atau pembatasan signifikan terhadap pengayaan uranium merupakan langkah kunci untuk membangun kepercayaan dan mencegah potensi pengembangan senjata nuklir.
"Amerika menginginkan kemajuan nyata, bukan sekadar dialog tanpa konsesi," ungkap sumber diplomatik tersebut.
Jalan Panjang Menuju Kesepakatan
Meski perundingan belum dinyatakan sepenuhnya terhenti, perbedaan posisi antara Iran dan AS masih sangat tajam. Iran tetap bertahan pada prinsip kedaulatan dan keamanan nasionalnya, sementara AS terus mendesak adanya langkah-langkah konkret sebagai prasyarat untuk melanjutkan negosiasi.
Isu program nuklir Iran telah menjadi sumber ketegangan utama dalam politik global dan keamanan kawasan Timur Tengah selama bertahun-tahun. Pernyataan keras Iran soal pengayaan uranium ini menunjukkan bahwa jalan menuju kesepakatan yang komprehensif masih panjang dan dipenuhi berbagai hambatan.
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Kapal Perang AS di Teluk Oman, Centcom Bantah Keras
Citra Satelit Ungkap Hancurnya Pangkalan Militer AS di Kuwait Akibat Serangan Rudal Iran
Topan Jangmi Lumpuhkan Jepang: 60.000 Rumah Mati Listrik, Ratusan Penerbangan Batal
Trump Murka ke Netanyahu: Sebut Gila hingga Ancam Penjara, Perang Lebanon Jadi Pemicu