Iran Tegas Tolak Hentikan Pengayaan Uranium dalam Perundingan Nuklir dengan AS
Perundingan nuklir antara Iran dan Amerika Serikat (AS) di Oman kembali menemui titik sulit. Pemerintah Iran secara tegas menolak permintaan Washington untuk menghentikan aktivitas pengayaan uranium, meskipun jalur diplomasi antara kedua negara masih tetap terbuka.
Iran: Pengayaan Uranium adalah Hak yang Tidak Bisa Ditawar
Seorang diplomat yang mengetahui langsung jalannya pembicaraan mengungkapkan bahwa Iran sama sekali tidak bersedia menjadikan penghentian pengayaan uranium sebagai bagian dari kesepakatan apapun. Bagi Teheran, aktivitas pengayaan uranium dinilai sebagai hak kedaulatan yang sah dan tidak dapat ditawar-tawar.
"Mereka menganggap pengayaan sebagai hak yang tidak bisa dicabut, bahkan dalam konteks perundingan," kata diplomat tersebut, seperti dikutip dari The Times of Israel, Sabtu, 7 Februari 2026.
Pembahasan Dibatasi Hanya pada Isu Nuklir
Iran juga secara jelas membatasi agenda dalam perundingan dengan AS. Pemerintah Iran menyatakan hanya bersedia membahas isu nuklir dan secara tegas menolak untuk memasukkan pembahasan mengenai program rudal balistik atau kemampuan pertahanan militer lainnya ke dalam diskusi.
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Kapal Perang AS di Teluk Oman, Centcom Bantah Keras
Citra Satelit Ungkap Hancurnya Pangkalan Militer AS di Kuwait Akibat Serangan Rudal Iran
Topan Jangmi Lumpuhkan Jepang: 60.000 Rumah Mati Listrik, Ratusan Penerbangan Batal
Trump Murka ke Netanyahu: Sebut Gila hingga Ancam Penjara, Perang Lebanon Jadi Pemicu