Istri Ali Khamenei Tewas, 49 Pejabat Tinggi Iran Musnah dalam "Sarapan Berdarah"
Multaqomedia.com - Krisis Timur Tengah mencapai titik didih baru. Mansoureh Khojasteh (78), istri mendiang Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan meninggal dunia pada Senin, 2 Maret 2026. Kematiannya terjadi setelah tiga hari berkoma akibat luka serangan udara gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Kronologi Serangan Maut "Operation Epic Fury"
Serangan yang dinamai "Operation Epic Fury" ini terjadi pada Sabtu, 28 Februari 2026 pagi. Serangan presisi itu menyasar kantor sekaligus kediaman resmi Khamenei di Teheran. Tidak hanya Khamenei yang tewas, istri, putri, menantu, dan cucunya juga menjadi korban dalam serangan dahsyat tersebut.
Mansoureh Khojasteh, yang telah menikah dengan Khamenei sejak 1964, mengalami luka kritis dan akhirnya wafat setelah dirawat intensif. Kepergiannya memperdalam krisis politik dan militer yang mengguncang kawasan, sekaligus menandai berakhirnya sebuah era dalam kepemimpinan Republik Islam Iran.
Infiltrasi Intelijen: Pukulan di Siang Bolong
Presiden AS kala itu, Donald Trump, mengungkap detail mengejutkan. Intelijen AS-Israel berhasil melacak pertemuan rahasia tingkat tinggi yang dihadiri 49 pejabat paling senior Iran, termasuk Khamenei, dalam sebuah sesi sarapan. Mereka mengira waktu siang hari adalah yang paling aman.
"Mereka pikir mereka aman karena hari terang benderang. Tapi kami mendapatkan mereka semua. Posisi kedua, ketiga, hingga ke-49, semuanya tewas," klaim Trump dalam wawancara dengan Fox News. Operasi ini secara efektif memenggal kepala struktur komando militer dan politik Iran.
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Kapal Perang AS di Teluk Oman, Centcom Bantah Keras
Citra Satelit Ungkap Hancurnya Pangkalan Militer AS di Kuwait Akibat Serangan Rudal Iran
Topan Jangmi Lumpuhkan Jepang: 60.000 Rumah Mati Listrik, Ratusan Penerbangan Batal
Trump Murka ke Netanyahu: Sebut Gila hingga Ancam Penjara, Perang Lebanon Jadi Pemicu