Serangan ini melenyapkan banyak nama besar di lingkaran kekuasaan Iran. Beberapa di antaranya yang dikonfirmasi tewas meliputi:
- Letjen Abdolrahim Mousavi (Kepala Staf Angkatan Bersenjata)
- Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh
- Mayjen Mohammad Pakpour (Komandan elit IRGC)
- Ali Shamkhani (Penasihat Pertahanan Senior)
- Anggota keluarga inti Khamenei.
Eskalasi dan Balasan: Korban Jiwa dan Serangan Gelombang Keenam
AS juga menanggung korban. CENTCOM mengonfirmasi empat tentara AS tewas dalam serangan drone di Kuwait, sebagai bagian dari 18 personel yang luka-luka. Sebagai balasan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melancarkan gelombang keenam serangan rudal dan drone ke sejumlah fasilitas:
- Dubai: Kebakaran hebat di Pelabuhan Jebel Ali.
- Qatar & Bahrain: Belasan orang terluka di Doha dan Manama.
- Irak: Bandara Erbil dilaporkan terbakar.
Sumpah Balas Dendam Iran dan Ancaman Selat Hormuz
Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Iran, Ali Larijani, bersumpah akan membalas dendam. "Amerika telah menikam rakyat Iran di jantungnya, dan kami akan menikam balik jantung mereka," tegasnya. Iran juga mengancam akan mengganggu keamanan Selat Hormuz, jalur vital distribusi minyak dunia, yang memicu lonjakan harga minyak global dan gejolak pasar keuangan.
Tragedi Kemanusiaan dan Dampak Global
Di balik pertukaran militer, tragedi kemanusiaan terjadi. Sebuah sekolah dasar putri di Minab, Iran, dilaporkan hancur dengan korban lebih dari 100 siswi. Secara total, klaim menyebutkan 133 warga sipil Iran tewas dalam 24 jam pertama, meski belum diverifikasi independen. FBI meningkatkan siaga kontra-terorisme di dalam negeri AS, sementara analis memperingatkan potensi konflik internal dan perebutan kekuasaan di Iran pasca-kekosongan kepemimpinan ini.
Artikel Terkait
AS Perintahkan Warga Segera Tinggalkan Timur Tengah, Iran Lancarkan Serangan ke Pangkalan AS
Arab Saudi Bantah Melobi AS Serang Iran: Fakta Lengkap & Respons Resmi Riyadh
Serangan Drone Iran ke Kilang Aramco: Dampak Kebakaran, Penutupan, & Analisis Konflik 2026
Iran Serang 27 Pangkalan Militer AS: Analisis Dampak & Risiko Perang Terbuka 2026