Turki dan Arab Saudi Murka, AS Sebut Perang dengan Iran adalah Konflik Agama
Turki dan Arab Saudi menyatakan kemarahan keras setelah Amerika Serikat menyebut potensi perang dengan Iran sebagai sebuah konflik agama. Pernyataan kontroversial dari Menteri Pertahanan AS, Pete Brian Hegseth, tentang "delusi kenabian Islam" dan narasi Armageddon memicu gempa diplomatik di kawasan Timur Tengah.
Reaksi Keras Arab Saudi
Kementerian Luar Negeri Arab Saudi mengecam pernyataan AS tersebut sebagai tindakan yang tidak bertanggung jawab. Pihak Saudi menuduh Amerika Serikat sedang mempolitisasi keyakinan agama untuk membenarkan agresi militer. Mereka juga menolak keras narasi "Perang Suci" yang dibawa oleh Hegseth.
Arab Saudi menyoroti standar ganda AS yang menggunakan referensi Alkitab untuk menyerang negara Muslim. Menurut mereka, hal ini berbahaya karena berarti tidak ada negara Muslim lain yang aman dari target yang mereka sebut sebagai "Perang Salib modern".
Kecaman Tajam dari Presiden Erdogan
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, tidak kalah keras dalam menanggapi hal ini. Erdogan menyatakan AS telah kehilangan akal sehat jika menyebut konflik dengan Iran sebagai perang agama. Ia menilai Hegseth terjebak dalam mentalitas abad pertengahan.
"Jika menteri sebuah negara adidaya berbicara tentang menyerang negara lain berdasarkan ramalan kiamat, maka dunia sedang dipimpin oleh orang-orang yang kehilangan kewarasan," tegas Erdogan. Turki bahkan membuka peluang untuk menyatukan negara-negara Muslim guna mengutuk klaim AS tersebut.
Artikel Terkait
Gencatan Senjata Runtuh, Presiden Iran Deklarasikan Perang Total Lawan AS – Harga Minyak Meroket
AS Minta Warga di Seluruh Dunia Tingkatkan Kewaspadaan Akibat Ketegangan dengan Iran
Rudal Iran Hantam Pangkalan AS di Yordania, 50.000 Tentara Amerika Tak Berdaya
Trump Dihujat Penonton Saat Serahkan Trofi Piala Dunia 2026, Momen Kontroversial di Final Spanyol vs Argentina