Ancaman Donald Trump ke Kuba: Target Berikutnya Setelah Iran?
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memicu perhatian global dengan mengancam akan menjadikan Kuba sebagai target kebijakan luar negeri AS berikutnya. Ancaman ini dilontarkan di tengah konflik yang masih berlangsung antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Pernyataan Trump di Gedung Putih
Pada Kamis, 5 Maret 2026, saat menerima kunjungan klub sepak bola Inter Miami CF di Gedung Putih, Trump menyatakan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah menyelesaikan konflik dengan Iran. Namun, ia secara eksplisit menyebut bahwa langkah terhadap Kuba hanyalah soal waktu.
"Apa yang terjadi dengan Kuba sangat luar biasa. Kami ingin menyelesaikan yang ini terlebih dahulu, setelah itu hanya soal waktu," ujar Trump. Pernyataan ini memperkuat reputasinya yang kerap menggunakan tekanan ekonomi dan militer sebagai instrumen diplomasi.
Peningkatan Tekanan dan Sanksi Ekonomi AS terhadap Kuba
Pemerintahan Trump diketahui terus memperketat tekanan terhadap Havana. Berbagai sanksi ekonomi telah ditingkatkan untuk melemahkan pemerintahan komunis di Kuba dan memperburuk kondisi perekonomian negara yang telah puluhan tahun berada di bawah embargo.
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Kapal Perang AS di Teluk Oman, Centcom Bantah Keras
Citra Satelit Ungkap Hancurnya Pangkalan Militer AS di Kuwait Akibat Serangan Rudal Iran
Topan Jangmi Lumpuhkan Jepang: 60.000 Rumah Mati Listrik, Ratusan Penerbangan Batal
Trump Murka ke Netanyahu: Sebut Gila hingga Ancam Penjara, Perang Lebanon Jadi Pemicu