Peringatan Keras Iran dan Ancaman Pembalasan
Iran telah mengeluarkan peringatan keras mengenai kemungkinan pembalasan. Juru bicara militer Iran menyatakan Tehran dapat melancarkan serangan serupa di berbagai wilayah jika agresinya berlanjut, dan meski selama ini menghindari menargetkan infrastruktur energi kawasan, mereka memperingatkan harga minyak bisa melonjak hingga $200 per barel.
Peringatan serupa disampaikan Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, yang menjanjikan pembalasan 'tanpa penundaan' jika serangan terus berlanjut. Ketegangan ini merupakan eskalasi lanjutan dari serangan duet AS-Israel sebelumnya yang menewaskan ribuan orang di Iran.
Motif Di Balik Konflik: Kepentingan Minyak Iran?
Analisis mendalam menunjukkan konflik ini mungkin tidak hanya tentang senjata nuklir. Seorang senator senior AS dari Partai Republik, Lindsey Graham, menyatakan bahwa menggulingkan pemerintahan Iran akan membuat AS mengendalikan hampir sepertiga cadangan minyak dunia, menggambarkannya sebagai "investasi yang baik" dan mimpi buruk bagi pesaing seperti China.
Pernyataan ini menguatkan tudingan bahwa motif penguasaan sumber daya energi menjadi pendorong terselubung dalam ketegangan yang terjadi, dengan potensi keuntungan ekonomi yang sangat besar bagi pihak yang menang.
Artikel Terkait
Iran Punya Kartu AS: Rudal Balistik Antarbenua Siap Hantam AS Jika Konflik Memanas
Praka Rico Pramudia Gugur: Prajurit TNI Tewas Akibat Serangan Tank Merkava Israel di Lebanon
Trump Sebut India dan China Hellhole, Kemarahan Global dan Krisis Diplomatik AS
Trump Perintahkan AL AS Tembak Hancurkan Kapal Penebar Ranjau di Selat Hormuz