"Centcom mendesak pekerja pelabuhan, personel administrasi, dan kru kapal komersial untuk menghindari kapal AL Iran dan peralatan militer. Praktik ini mengancam nyawa warga sipil yang tidak bersalah dan keamanan pelayaran internasional," bunyi peringatan tersebut.
Eskalasi Ancaman dari Kedua Belah Pihak
Eskalasi ketegangan ini semakin meningkat dengan pernyataan-pernyataan dari pemimpin AS saat itu, Donald Trump. Trump sebelumnya berjanji akan "melenyapkan" setiap kapal Iran yang mencoba memasang ranjau di Selat Hormuz, jalur pelayaran paling strategis untuk ekspor minyak global.
Lebih jauh, Trump bahkan disebut-sebut mempertimbangkan opsi untuk mengambil alih kendali selat tersebut. Ancaman balasan dari Iran mengenai seluruh pelabuhan Timur Tengah menandakan potensi konflik yang bisa meluas dan mengganggu stabilitas serta pasokan energi kawasan.
Situasi ini terus dipantau secara internasional, mengingat dampak luas yang dapat ditimbulkan terhadap keamanan maritim dan ekonomi global jika ketegangan berubah menjadi konflik terbuka di Selat Hormuz.
Artikel Terkait
Gencatan Senjata Runtuh, Presiden Iran Deklarasikan Perang Total Lawan AS – Harga Minyak Meroket
AS Minta Warga di Seluruh Dunia Tingkatkan Kewaspadaan Akibat Ketegangan dengan Iran
Rudal Iran Hantam Pangkalan AS di Yordania, 50.000 Tentara Amerika Tak Berdaya
Trump Dihujat Penonton Saat Serahkan Trofi Piala Dunia 2026, Momen Kontroversial di Final Spanyol vs Argentina