"Centcom mendesak pekerja pelabuhan, personel administrasi, dan kru kapal komersial untuk menghindari kapal AL Iran dan peralatan militer. Praktik ini mengancam nyawa warga sipil yang tidak bersalah dan keamanan pelayaran internasional," bunyi peringatan tersebut.
Eskalasi Ancaman dari Kedua Belah Pihak
Eskalasi ketegangan ini semakin meningkat dengan pernyataan-pernyataan dari pemimpin AS saat itu, Donald Trump. Trump sebelumnya berjanji akan "melenyapkan" setiap kapal Iran yang mencoba memasang ranjau di Selat Hormuz, jalur pelayaran paling strategis untuk ekspor minyak global.
Lebih jauh, Trump bahkan disebut-sebut mempertimbangkan opsi untuk mengambil alih kendali selat tersebut. Ancaman balasan dari Iran mengenai seluruh pelabuhan Timur Tengah menandakan potensi konflik yang bisa meluas dan mengganggu stabilitas serta pasokan energi kawasan.
Situasi ini terus dipantau secara internasional, mengingat dampak luas yang dapat ditimbulkan terhadap keamanan maritim dan ekonomi global jika ketegangan berubah menjadi konflik terbuka di Selat Hormuz.
Artikel Terkait
Iran Klaim Tembak Jatuh Pesawat Militer AS, Centcom Bantah Keras
Netanyahu Perintahkan Militer Kuasai 70% Wilayah Gaza, Ekspansi Terus Berlanjut
Hizbullah Luncurkan 37 Serangan Besar ke Israel, Drone Kamikaze dan Rudal Anti-Tank Jadi Andalan
Mojtaba Khamenei: Negara Arab Tak Lagi Jadi Tameng Pangkalan Militer AS di Timur Tengah