Laporan terpisah dari Wall Street Journal mengonfirmasi bahwa kedua nama itu dihapus dari daftar target untuk beberapa hari ke depan, seiring upaya membuka kembali negosiasi. Menteri Luar Negeri Pakistan, Ishaq Dar, juga mengakui negaranya menyampaikan pesan antara AS dan Iran sebagai bagian dari upaya mediasi, yang didukung oleh negara seperti Turki dan Mesir.
Konteks Ketegangan yang Berlanjut
Keputusan ini muncul di tengah janji Israel untuk terus memburu pemimpin Iran. Sejumlah pejabat tinggi Iran telah tewas dalam serangan sejak konflik dimulai. Presiden AS saat itu, Donald Trump, bahkan pernah menyatakan, "Kami membunuh semua pemimpin mereka... dan sekarang kita memiliki kelompok baru."
Meski ada penarikan target ini, komitmen Israel terhadap operasinya tetap tidak berubah. Namun, langkah ini mengindikasikan adanya ruang diplomasi yang dimediasi oleh pihak ketiga seperti Pakistan, yang berkomitmen untuk mendorong stabilitas kawasan.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan