Pembicaraan Iran-Rusia dan Kecaman Kejahatan Perang
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, diketahui melakukan percakapan dengan Menlu Rusia, Sergey Lavrov. Araqchi mengecam ancaman AS untuk menargetkan infrastruktur energi Iran sebagai pengakuan terang-terangan atas kejahatan perang dan menyerukan tindakan mendesak dari Dewan Keamanan PBB.
Sementara itu, Lavrov mengulangi kutukan Rusia atas agresi militer AS-Israel dan menekankan perlunya menghentikan serangan ilegal terhadap sasaran sipil, termasuk pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr.
Korban Sipil Berjatuhan di Teheran dan Haifa
Sementara retorika perang memuncak, warga sipil di kedua belah pihak terus menjadi korban. Serangan udara di kawasan pemukiman padat di Teheran dilaporkan menewaskan setidaknya 13 orang. Balasan rudal Iran juga menghantam sebuah gedung apartemen di Haifa, Israel, dengan korban masih dicari di antara reruntuhan.
Insiden Keamanan di Bandara Ben Gurion
Ketegangan juga merembet ke fasilitas publik. Bandara Ben Gurion dekat Tel Aviv terpaksa dievakuasi setelah sebuah paket mencurigakan mengeluarkan asap misterius. Otoritas Israel sedang menyelidiki insiden bahan berbahaya ini di tengah situasi keamanan yang kian tak menentu.
Dengan kedua belah pihak bersikeras tidak akan mundur, dunia kini menatap dengan cemas pada potensi meluasnya perang yang tak lagi mengenal batas teritorial.
Artikel Terkait
Gencatan Senjata Runtuh, Presiden Iran Deklarasikan Perang Total Lawan AS – Harga Minyak Meroket
AS Minta Warga di Seluruh Dunia Tingkatkan Kewaspadaan Akibat Ketegangan dengan Iran
Rudal Iran Hantam Pangkalan AS di Yordania, 50.000 Tentara Amerika Tak Berdaya
Trump Dihujat Penonton Saat Serahkan Trofi Piala Dunia 2026, Momen Kontroversial di Final Spanyol vs Argentina