Rusia Desak AS Segera Hentikan Operasi Militer di Iran untuk Pulihkan Selat Hormuz
Pemerintah Rusia secara resmi mendesak Amerika Serikat untuk menghentikan operasi militer di Iran. Tujuannya adalah memulihkan stabilitas kawasan dan menjamin kelancaran jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz, yang merupakan urat nadi perdagangan energi global.
Pernyataan Tegas Menteri Luar Negeri Rusia
Desakan ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, dalam konferensi pers di Moskow pada Jumat (3/4/2026). Lavrov menegaskan bahwa kunci normalisasi situasi bukanlah dengan memberikan tekanan lebih lanjut kepada Iran, melainkan dengan penghentian segera aksi militer yang justru memicu ketegangan.
“Masalahnya bukanlah bahwa sesuatu harus diminta dari Iran, tetapi bahwa aksi militer harus dihentikan, dan kemudian Selat Hormuz akan dipulihkan,” tegas Lavrov. Pernyataannya ini secara implisit ditujukan kepada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang memegang kendali kebijakan militer Washington di Timur Tengah.
Mengapa Selat Hormuz Sangat Vital?
Selat Hormuz adalah jalur air sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Lebih dari seperlima pasokan minyak mentah dunia dan sepertiga ekspor gas alam cair (LNG) global melintasi selat ini. Gangguan di titik strategis ini berpotensi memicu gejolak harga energi dunia dan mengacaukan rantai pasok internasional.
Artikel Terkait
Iran Ancam Serang Wilayah AS, Klaim Hancurkan Helikopter Black Hawk: Analisis Lengkap
Serangan Rudal Iran Gelombang ke-95 ke Israel: Jenis Rudal, Target, dan Analisis Terkini
Rudal Iran Hancurkan Gedung di Haifa: Iron Dome Tembus, Korban Jiwa Berjatuhan
Iran Klaim Temukan Celana Dalam Pilot F-15 AS: Analisis Propaganda & Fakta Insiden 2026