Langkah ini menuai kontroversi bahkan di internal AS. Senator Republik Ron Johnson memperingatkan bahwa serangan terhadap infrastruktur sipil berpotensi dinilai sebagai kejahatan perang. Kritik serupa datang dari komentator konservatif Tucker Carlson yang menyebut ancaman tersebut keji dan berbahaya secara moral.
Retakan di Kalangan Pendukung Trump Sendiri
Ancaman keras Trump justru memicu perpecahan di antara basis pendukungnya. Tokoh MAGA seperti Marjorie Taylor Greene secara terbuka menyebut pernyataan Trump sebagai 'gila' dan 'jahat'. Greene menegaskan bahwa membunuh seluruh peradaban adalah tindakan yang tidak dapat diterima, bahkan menyinggung kemungkinan penggunaan Amandemen ke-25.
Perdebatan juga meluas ke rencana pengerahan pasukan darat, yang ditolak banyak pihak karena dinilai berisiko tinggi dan memakan biaya besar.
Dunia Menahan Napas Menghadapi Eskalasi Konflik
Di balik manuver politik, ancaman terhadap infrastruktur sipil membayangkan dampak kemanusiaan yang luas. Serangan pada jaringan listrik berpotensi melumpuhkan rumah sakit dan layanan vital, langsung mengancam kelompok masyarakat paling rentan.
Dengan tenggat waktu yang terus berubah dan retorika yang memanas, dunia berada dalam kondisi siaga tinggi. Hingga saat ini, belum jelas apakah ancaman ini akan direalisasikan atau hanya bagian dari tekanan diplomatik. Namun, malam ini berpotensi menjadi momen penentu dalam sejarah konflik modern dengan risiko yang konsekuensinya berskala global.
Artikel Terkait
Topan Jangmi Lumpuhkan Jepang: 60.000 Rumah Mati Listrik, Ratusan Penerbangan Batal
Trump Murka ke Netanyahu: Sebut Gila hingga Ancam Penjara, Perang Lebanon Jadi Pemicu
Trump Murka pada Netanyahu: Ancaman Penjara dan Kritik Pedas soal Perang Lebanon
Media Singapura Sebut Jakarta Mirip Gotham City, Tapi Turis Tetap Berburu Belanja Murah Gegara Rupiah Anjlok