USS George H.W. Bush Ambil Rute Tidak Biasa, Hindari Laut Merah Demi Keamanan
Kapal induk Amerika Serikat, USS George H.W. Bush (CVN-77), bersama dengan kapal-kapal pengawalnya, dilaporkan mengambil rute pelayaran yang tidak biasa dengan mengelilingi Afrika bagian selatan. Langkah strategis ini dilakukan di tengah peningkatan ketegangan dan blokade angkatan laut AS di kawasan Selat Hormuz.
Hindari Ancaman Houthi, Rute Diubah
Menurut laporan dari USNI News pada Senin (13/4), keputusan untuk mengambil rute memutar melalui selatan Afrika ini diambil untuk menghindari jalur biasa melalui Laut Merah dan Bab el-Mandeb. Perubahan rute tersebut merupakan langkah antisipasi terhadap potensi serangan dari kelompok Houthi di Yaman, yang dikenal sering mengancam lalu lintas kapal di wilayah tersebut.
Biasanya, kapal induk AS yang berbasis di Pantai Timur akan melintasi Selat Gibraltar menuju Laut Mediterania sebelum menuju Timur Tengah. Namun, demi alasan keamanan operasional, USS George H.W. Bush memilih rute yang lebih panjang dan aman.
Bergabung dengan Penguatan Armada di Laut Arab
Laporan tersebut lebih lanjut menyebutkan bahwa kapal induk kelas Nimitz ini kini sedang dalam perjalanan untuk bergabung dengan kekuatan angkatan laut AS yang terus diperkuat di Laut Arab. Penguatan ini erat kaitannya dengan kebijakan blokade maritim yang diberlakukan oleh Komando Pusat AS di Selat Hormuz.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan