Iran Buka Kembali Selat Hormuz untuk Kapal Komersial, Begini Syaratnya
Iran secara resmi mengumumkan pembukaan kembali Selat Hormuz untuk lalu lintas kapal komersial. Kebijakan ini berlaku selama masa gencatan senjata antara Israel dan Lebanon berlangsung.
Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menegaskan bahwa jalur perdagangan global yang vital tersebut kini dapat dilalui. Namun, pelayaran tetap akan berada di bawah pengawasan ketat pemerintah Iran.
"Sejalan dengan gencatan senjata di Lebanon, jalur bagi semua kapal komersial melalui Selat Hormuz dinyatakan sepenuhnya terbuka untuk sisa periode gencatan senjata," tulis Araghchi dalam pernyataannya di media sosial, Jumat (18/4/2026).
Syarat Ketat dan Rute Terkoordinasi
Meski dibuka, Iran memberikan sejumlah ketentuan. Kapal-kapal komersial wajib melalui jalur tertentu atau "rute terkoordinasi" yang ditetapkan oleh otoritas maritim Iran. Hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai penerapan biaya tambahan atau persyaratan khusus lainnya bagi kapal yang melintas.
Respons Amerika Serikat dan Bantahan Iran
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyambut baik langkah Iran ini dan menyebutnya sebagai "kabar baik bagi dunia". Namun, Trump menegaskan bahwa blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran akan tetap berlaku hingga tercapai kesepakatan baru dengan Teheran.
Artikel Terkait
Blokade AS di Selat Hormuz Paksa 21 Kapal Putar Balik: Dampak Harga Minyak & Krisis Global
AS Perluas Operasi: Buru Kapal Tanker Iran di Seluruh Perairan Internasional, Termasuk Pasifik
Iran Targetkan Rp250 Triliun dari Tarif Tol Selat Hormuz: Rencana, Tantangan, Respons AS
Israel Serang 11 Kota Lebanon Sebelum Gencatan Senjata, Hizbullah Balas: Analisis Lengkap 2026