Intelijen AS Ungkap Kekuatan Militer Iran Masih Signifikan untuk Perang Panjang
Laporan intelijen pertahanan Amerika Serikat (AS) mengungkap fakta mengejutkan: Iran masih menyimpan kemampuan militer yang sangat besar untuk melanjutkan perang. Temuan ini bertolak belakang dengan klaim publik dari pemerintahan Presiden Donald Trump.
Data Intelijen Bertentangan dengan Klaim Pemerintah Trump
Menurut laporan eksklusif NBC News, anggota Kongres AS menerima pengarahan yang menyatakan Iran masih memiliki kemampuan pertahanan dan serangan yang kuat. Ini bertentangan dengan narasi resmi yang menyebut kemampuan militer Iran telah "dilenyapkan" dalam perang 40 hari sejak 28 Februari.
Presiden Trump dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth berulang kali menyatakan militer Iran telah menderita kerugian permanen. Namun, data intelijen justru menunjukkan gambaran yang berbeda dan lebih mengkhawatirkan.
Artikel Terkait
Trump Ancam Terapkan Tarif di Selat Hormuz Jika Gagal Damai dengan Iran dalam 60 Hari
AS Setuju Bayar Ganti Rugi Rp5,3 Kuadriliun ke Iran: Ini 14 Poin Perjanjian Damai Bersejarah
Trump Mau Pecat Menhan dan Dirut CIA yang Tolak Perdamaian dengan Iran
Iran Ancam Serang Balik Israel Jika Serangan ke Lebanon Tak Dihentikan, Perjanjian Damai AS-Iran Terancam Gagal