Laporan dari tim gabungan keamanan menyebutkan bahwa terduga pelaku penembakan telah berhasil diamankan oleh Dinas Rahasia AS.
Seorang saksi mata melaporkan mendengar suara keras sebelum petugas keamanan masuk ke dalam ruangan.
"Kami mendengar suara keras, lalu melihat Secret Service bergegas masuk. Kekacauan terjadi di ruangan itu dengan sangat cepat," ujar Anggota Kongres Mike Lawler (R-NY) seperti dikutip Axios.
"Mereka bergerak cepat untuk mengamankan presiden dan anggota kabinet. Itu langkah yang bisa dimengerti," tambahnya.
Lawler juga mengungkapkan bahwa petugas Secret Service meneriakkan peringatan "tembakan dilepaskan", meskipun belum ada konfirmasi resmi terkait adanya tembakan hingga saat ini.
Artikel Terkait
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan
Trump Ancam Aneksasi Selat Hormuz, Iran Tegaskan Kedaulatan Tak Bisa Diganggu Gugat