Pemerintah Iran menilai tuduhan dari UEA tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan hanya akan memperburuk ketegangan yang sudah meningkat tajam di kawasan Teluk, terutama sejak pecahnya konfrontasi terbuka antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Meskipun membantah keterlibatan, Iran memberikan peringatan keras kepada Abu Dhabi.
Jika wilayah UEA digunakan sebagai pangkalan untuk meluncurkan serangan terhadap Iran, maka respons militer akan dilakukan tanpa kompromi.
Iran juga menuding UEA telah membuka ruang bagi operasi militer AS dan Israel dari wilayahnya.
Oleh karena itu, pemerintah Emirat diminta untuk tidak menjadikan negaranya sebagai basis kekuatan yang bermusuhan, karena langkah tersebut berpotensi menyeret UEA langsung ke dalam pusaran konflik regional yang lebih luas.
Eskalasi di kawasan Teluk terus membesar sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut memicu pembalasan dari Teheran serta gangguan serius di Selat Hormuz.
Meskipun gencatan senjata sempat berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan dan diperpanjang tanpa batas waktu oleh Presiden AS Donald Trump, kegagalan dalam perundingan lanjutan membuat kawasan tetap berada di ambang perang terbuka.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan