Pemerintah Iran menilai tuduhan dari UEA tidak memiliki dasar hukum yang kuat dan hanya akan memperburuk ketegangan yang sudah meningkat tajam di kawasan Teluk, terutama sejak pecahnya konfrontasi terbuka antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Meskipun membantah keterlibatan, Iran memberikan peringatan keras kepada Abu Dhabi.
Jika wilayah UEA digunakan sebagai pangkalan untuk meluncurkan serangan terhadap Iran, maka respons militer akan dilakukan tanpa kompromi.
Iran juga menuding UEA telah membuka ruang bagi operasi militer AS dan Israel dari wilayahnya.
Oleh karena itu, pemerintah Emirat diminta untuk tidak menjadikan negaranya sebagai basis kekuatan yang bermusuhan, karena langkah tersebut berpotensi menyeret UEA langsung ke dalam pusaran konflik regional yang lebih luas.
Eskalasi di kawasan Teluk terus membesar sejak serangan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut memicu pembalasan dari Teheran serta gangguan serius di Selat Hormuz.
Meskipun gencatan senjata sempat berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan dan diperpanjang tanpa batas waktu oleh Presiden AS Donald Trump, kegagalan dalam perundingan lanjutan membuat kawasan tetap berada di ambang perang terbuka.
Artikel Terkait
Survei Spanyol: 52,4% Warga Yakin AS dan Israel Kalah Perang Lawan Iran, Citra Trump Hancur
Arab Saudi Tolak Izin Pangkalan Udara untuk AS, Project Freedom di Selat Hormuz Terhenti
Spanyol Evakuasi Ratusan Penumpang Kapal Pesiar Terpapar Hantavirus, WHO Sebut Risiko Rendah
Analisis Prof Jiang Xueqin: 3 Titik Panas Asia Timur yang Bisa Picu Perang Besar, dari Taiwan hingga Semenanjung Korea