Titik panas kedua menurut Jiang adalah Selat Malaka. Amerika Serikat ingin mengontrol jalur perdagangan strategis tersebut, sementara Tiongkok menilai Malaka penting bagi pertahanan ekonominya.
Selat Malaka merupakan jalur lintas utama perdagangan minyak dan barang dari Timur Tengah serta Afrika menuju Asia Timur. Penguasaan jalur ini menentukan kelangsungan rantai pasok energi Tiongkok dan Jepang.
Korea Utara Berpotensi Manfaatkan Vakum Pertahanan
Prediksi Jiang yang paling mengejutkan menyangkut Semenanjung Korea. Ia menilai kondisi geopolitik global saat ini membuka peluang Korea Utara melancarkan tekanan terhadap Korea Selatan.
Mayoritas penduduk Korea Selatan terpusat di Seoul, ibu kota yang berjarak hanya sekitar 20 menit jangkauan artileri Korea Utara. Jiang berargumen Pyongyang dapat menggunakan ancaman tersebut untuk pemerasan strategis tanpa benar-benar menyerang.
"Saya tidak perlu menghancurkan Korea Selatan. Yang saya perlu lakukan adalah mengancam Korea Selatan, dan mereka akan memberi saya apa pun untuk tidak melakukan apa-apa," kata Jiang dalam simulasi teori permainannya.
Argumen Jiang terhubung dengan situasi terkini. Pentagon dilaporkan memindahkan sebagian komponen sistem pertahanan rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) dan baterai Patriot dari Korea Selatan ke Timur Tengah pada Februari-Maret 2026.
Pemindahan itu terkait dukungan operasi militer AS-Israel melawan Iran. Dua pesawat angkut C-5 Galaxy dan 11 unit C-17 Globemaster dilaporkan berangkat dari Pangkalan Udara Osan sejak 28 Februari 2026.
Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung mengaku menyampaikan keberatan diplomatik, tetapi mengakui Seoul tidak punya banyak posisi tawar.
Komandan Pasukan AS di Korea Jenderal Xavier Brunson kemudian memastikan pada 21 April 2026 bahwa sistem THAAD utama tetap berada di Semenanjung Korea, dan hanya amunisi serta sebagian komponen yang dikirim ke Timur Tengah.
Artikel Terkait
Putra Pemimpin Hamas Tewas Diserang Israel, Ribuan Pelayat Iringi Pemakaman di Gaza
Israel Serang Beirut, Targetkan Komandan Hizbullah Usai Gencatan Senjata Lebanon
Obama Bongkar Rahasia: Netanyahu Berulang Kali Hasut AS Gempur Habis Iran
Bocah 2 Tahun Berjalan 20 Jam di Hutan Madhya Pradesh, Selamat Usai Ditinggal Ayah Pembunuh