Selain mendukung serangan udara, lokasi ini juga digunakan sebagai basis tim pencarian dan penyelamatan Israel selama perang berlangsung. Keberadaan pangkalan rahasia ini hampir terungkap pada awal Maret setelah seorang penggembala melaporkan aktivitas militer mencurigakan di area gurun, yang kemudian mendorong pasukan Irak untuk melakukan penyelidikan.
Namun, sebelum pasukan Irak mencapai lokasi, Israel melancarkan serangan udara untuk mencegah situs tersebut terbongkar. Serangan ini menewaskan seorang tentara Irak dan memicu kecaman keras dari Baghdad. "Operasi gegabah ini dilakukan tanpa koordinasi atau persetujuan," ujar Wakil Komandan Komando Operasi Gabungan Irak, Qais Al-Muhammadawi, kepada media pemerintah.
Militer Israel menolak berkomentar atas laporan tersebut. Sementara itu, ketegangan regional terus meningkat sejak 28 Februari, memicu serangan balasan Iran dan penutupan Selat Hormuz. Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang masa gencatan tanpa tenggat waktu, menandakan situasi kawasan masih rapuh.
Artikel Terkait
Gencatan Senjata Runtuh, Presiden Iran Deklarasikan Perang Total Lawan AS – Harga Minyak Meroket
AS Minta Warga di Seluruh Dunia Tingkatkan Kewaspadaan Akibat Ketegangan dengan Iran
Rudal Iran Hantam Pangkalan AS di Yordania, 50.000 Tentara Amerika Tak Berdaya
Trump Dihujat Penonton Saat Serahkan Trofi Piala Dunia 2026, Momen Kontroversial di Final Spanyol vs Argentina