Selain mendukung serangan udara, lokasi ini juga digunakan sebagai basis tim pencarian dan penyelamatan Israel selama perang berlangsung. Keberadaan pangkalan rahasia ini hampir terungkap pada awal Maret setelah seorang penggembala melaporkan aktivitas militer mencurigakan di area gurun, yang kemudian mendorong pasukan Irak untuk melakukan penyelidikan.
Namun, sebelum pasukan Irak mencapai lokasi, Israel melancarkan serangan udara untuk mencegah situs tersebut terbongkar. Serangan ini menewaskan seorang tentara Irak dan memicu kecaman keras dari Baghdad. "Operasi gegabah ini dilakukan tanpa koordinasi atau persetujuan," ujar Wakil Komandan Komando Operasi Gabungan Irak, Qais Al-Muhammadawi, kepada media pemerintah.
Militer Israel menolak berkomentar atas laporan tersebut. Sementara itu, ketegangan regional terus meningkat sejak 28 Februari, memicu serangan balasan Iran dan penutupan Selat Hormuz. Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, namun Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang masa gencatan tanpa tenggat waktu, menandakan situasi kawasan masih rapuh.
Artikel Terkait
Dokumen FBI Terbaru: Makhluk 4 Kaki Terlihat Keluar dari UFO dan Reruntuhan Logam Misterius
Shivon Zilis dan Elon Musk: Empat Anak, Kesaksian di Pengadilan, dan Masa Depan OpenAI
AS Rilis 160+ Dokumen Rahasia UFO ke Publik, Termasuk Laporan Astronot Apollo
Krisis Kesehatan Mental Tentara Israel: Ribuan Prajurit Dipecat Akibat Gangguan Jiwa Selama Perang Gaza