Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa konflik dengan Iran belum berakhir. Menurutnya, masih banyak langkah strategis yang harus diambil untuk menghentikan program nuklir Iran dan membatasi kekuatan militernya.
Dalam wawancara eksklusif dengan program "60 Minutes" CBS yang tayang pada Minggu malam, Netanyahu menyatakan bahwa Iran masih memiliki stok uranium yang diperkaya, fasilitas nuklir yang belum dibongkar, serta kelompok proksi dan rudal balistik yang terus dikembangkan.
"Masih ada material nuklir dan lokasi pengayaan yang harus dibongkar. Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan," ujar Netanyahu pada Senin, 11 Mei 2026.
Ketika ditanya mengenai cara Amerika Serikat dan Israel mengamankan material nuklir Iran, Netanyahu menjawab dengan tegas, "Kalian masuk, lalu mengambilnya keluar."
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan