Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang masih berlangsung di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia. Di sisi lain, Washington dan Teheran masih berupaya merundingkan kesepakatan damai melalui mediator dari Pakistan, namun hingga kini negosiasi belum mencapai titik temu.
Pada Minggu, Presiden AS Donald Trump secara terbuka menolak tawaran balasan terbaru dari Iran terkait proposal perdamaian AS. Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyebut proposal Iran sama sekali tidak dapat diterima.
Menurut laporan Wall Street Journal, Iran menolak sejumlah tuntutan utama AS terkait program nuklirnya. Teheran meminta agar pembicaraan mengenai nuklir dipisahkan dari kesepakatan damai. Iran juga mengusulkan sebagian uranium yang diperkaya diencerkan, sementara sisanya dikirim ke negara ketiga. Uranium tersebut nantinya dapat dikembalikan apabila AS keluar dari kesepakatan.
Sebagai bagian dari usulan itu, AS diminta menghentikan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Sebagai imbalannya, Iran akan membuka kembali Selat Hormuz untuk jalur perdagangan internasional. Meski demikian, AS tetap menuntut jaminan bahwa Iran menghentikan program nuklirnya secara menyeluruh. Iran dikabarkan bersedia menghentikan pengayaan uranium, tetapi hanya untuk sementara dan menolak pembongkaran fasilitas nuklirnya.
Artikel Terkait
UFO Files Resmi Dirilis! Astronot Apollo Ungkap Penampakan Makhluk Asing di Bulan
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serangan Udara ke Iran
Dokumen FBI Terbaru: Makhluk 4 Kaki Terlihat Keluar dari UFO dan Reruntuhan Logam Misterius
Shivon Zilis dan Elon Musk: Empat Anak, Kesaksian di Pengadilan, dan Masa Depan OpenAI