Serangan balasan antara AS dan Iran pada Kamis terjadi saat Teheran tengah meninjau proposal Washington terkait pembukaan kembali Selat Hormuz dan penghentian konflik di kawasan.
Sebelumnya, pada 28 Februari, AS bersama Israel menggempur sejumlah target di Iran yang menyebabkan kerusakan besar dan korban sipil. Situasi sempat mereda setelah kedua negara mengumumkan gencatan senjata dua pekan pada 7 April.
Namun, perundingan yang berlangsung di Islamabad berakhir buntu. Trump kemudian memperpanjang penghentian operasi militer untuk memberi kesempatan terakhir kepada Iran mengajukan "proposal terpadu".
Di tengah memanasnya konflik, Trump juga meluncurkan "Project Freedom", operasi khusus untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz. Namun pada Selasa, ia memutuskan menghentikan sementara operasi tersebut demi membuka peluang tercapainya kesepakatan damai dengan Iran.
Artikel Terkait
UFO Files Resmi Dirilis! Astronot Apollo Ungkap Penampakan Makhluk Asing di Bulan
Netanyahu Tegaskan Konflik dengan Iran Belum Usai: Ancaman Nuklir dan Ketegangan Selat Hormuz Masih Berlanjut
Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Irak untuk Serangan Udara ke Iran
Dokumen FBI Terbaru: Makhluk 4 Kaki Terlihat Keluar dari UFO dan Reruntuhan Logam Misterius