MULTAQOMEDIA.COM - Gelombang trauma psikologis di kalangan tentara Israel akibat perang Gaza meledak dan membuat fasilitas kesehatan mental militer kewalahan. Ribuan prajurit mengalami tekanan mental berat, sementara militer Israel diduga berupaya menyembunyikan skala sebenarnya dari krisis ini demi menjaga moral publik.
Surat kabar Israel, Haaretz, mengungkapkan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menghadapi jumlah kasus gangguan psikologis yang belum pernah terjadi sebelumnya sejak perang di Jalur Gaza dimulai. Banyak tentara yang terlibat langsung dalam pertempuran dan pengepungan Gaza mengaku tidak mampu kembali bertempur akibat trauma mendalam.
"Pada hari-hari awal, angkatan bersenjata dan Kementerian Pertahanan harus menangani jumlah kasus yang belum pernah terjadi sebelumnya, melibatkan tentara yang menderita tekanan psikologis berat," tulis Haaretz.
Besarnya jumlah kasus membuat militer Israel meningkatkan jumlah petugas kesehatan mental secara signifikan serta mendirikan pusat-pusat perawatan khusus. Namun, sumber di departemen kesehatan mental militer meyakini fasilitas yang ada tetap kesulitan menghadapi lonjakan pasien trauma perang.
Artikel Terkait
50 Pasangan Yatim Piatu di Gaza Gelar Pernikahan Massal, IHH Turut Beri Dukungan
Trump Ancaman Serangan Lebih Brutal ke Iran Jika Tolak Kesepakatan
UFO Files Resmi Dirilis! Astronot Apollo Ungkap Penampakan Makhluk Asing di Bulan
Netanyahu Tegaskan Konflik dengan Iran Belum Usai: Ancaman Nuklir dan Ketegangan Selat Hormuz Masih Berlanjut