MULTAQOMEDIA.COM - Anggota Kongres Amerika Serikat (AS) dari Partai Demokrat, Ed Case, pada Selasa (12/5/2026) mengungkapkan bahwa AS telah kehilangan 39 pesawat sejak perang melawan Iran pecah pada 28 Februari 2026. Fakta ini diungkap dalam rapat dengar pendapat Komite Khusus Senat AS bersama Pentagon, dan merujuk pada laporan media pertahanan The War Zone.
Dalam sesi tanya jawab dengan Kepala Keuangan Pentagon, Jay Hurst, Case membeberkan data kerusakan yang dialami militer AS selama konflik berlangsung. "Kita kehilangan sekitar 39 pesawat, menurut data The War Zone, dan itu telah berusia satu bulan," kata Case, sembari menanyakan apakah Pentagon telah menghitung biaya retensi akibat kehilangan pesawat-pesawat tersebut.
Menanggapi hal itu, Hurst menyatakan, "Ada biaya di sana, Pak, tapi saya ingin kembali kepada Anda soal tulisan dan spesialisasi mereka (The War Zone), karena, seperti yang bisa Anda bayangkan, perbaikan pesawat adalah sesuatu yang sulit untuk dikalkulasi." Ia menambahkan, "Kami ingin melakukan diagnosis penuh terhadap pesawat-pesawat itu sebelum memperkirakan biayanya."
Laporan yang dirujuk oleh Case menyebutkan bahwa Angkatan Udara AS telah menggelar hampir 13.000 penerbangan selama perang berlangsung. Dari jumlah tersebut, 39 pesawat AS hancur dan 10 lainnya mengalami kerusakan. Laporan itu juga mengklaim bahwa sebuah jet F-35A Lightning II dihantam rudal di ruang udara Iran, dan sebuah pesawat Boeing E-3 Sentry dihancurkan oleh Iran. Meski demikian, data tersebut belum terkonfirmasi secara independen, dan pejabat Pentagon enggan memberikan konfirmasi saat rapat dengar pendapat dengan Senat.
Artikel Terkait
Aktivis AS Beberkan Bukti Pelanggaran HAM Sistematis terhadap Minoritas di India, Desak Sanksi Global Magnitsky
Militer Arab Saudi Diam-Diam Balas Serangan Iran, Begini Kronologi Lengkapnya
Rudal Setan II Rusia Sarmat: Hancurkan AS dan Eropa dalam Hitungan Menit
Trump Murka pada Media AS: Laporan Kegagalan Serangan ke Iran Dianggap Pengkhianatan