Opsi serangan terhadap Iran muncul di tengah gencarnya upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan damai baru dalam konflik AS-Iran. Ketidakpastian ini membuat situasi semakin dinamis dan sulit diprediksi.
Beberapa sumber pejabat AS yang dikutip oleh CBS News mengungkapkan bahwa Trump membatalkan liburan panjang akhir pekan terkait Hari Pahlawan di klub golfnya di New Jersey. Ia memilih untuk menghabiskan waktu di Gedung Putih dengan alasan "kondisi yang berkaitan dengan urusan pemerintah."
Tidak hanya Trump, sejumlah perwira militer dan intelijen juga mengubah atau membatalkan rencana liburan mereka. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kemungkinan konflik yang diperbarui dengan Iran.
Laporan CBS juga mengungkapkan bahwa para pejabat pertahanan sedang meninjau pemanggilan kembali personel yang bertugas di luar negeri. Selain itu, rotasi pasukan terus berlanjut di seluruh pangkalan Timur Tengah guna mengantisipasi kemungkinan serangan pembalasan dari Iran.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada awal pekan ini mengeluarkan peringatan keras. Mereka menyatakan bahwa serangan apa pun oleh AS atau Israel bisa memperluas konflik di luar kawasan Timur Tengah. Militer Iran pun siap membuka front pertempuran baru jika diperlukan.
Artikel Terkait
Gencatan Senjata Runtuh, Presiden Iran Deklarasikan Perang Total Lawan AS – Harga Minyak Meroket
AS Minta Warga di Seluruh Dunia Tingkatkan Kewaspadaan Akibat Ketegangan dengan Iran
Rudal Iran Hantam Pangkalan AS di Yordania, 50.000 Tentara Amerika Tak Berdaya
Trump Dihujat Penonton Saat Serahkan Trofi Piala Dunia 2026, Momen Kontroversial di Final Spanyol vs Argentina