Opsi serangan terhadap Iran muncul di tengah gencarnya upaya diplomatik untuk mencapai kesepakatan damai baru dalam konflik AS-Iran. Ketidakpastian ini membuat situasi semakin dinamis dan sulit diprediksi.
Beberapa sumber pejabat AS yang dikutip oleh CBS News mengungkapkan bahwa Trump membatalkan liburan panjang akhir pekan terkait Hari Pahlawan di klub golfnya di New Jersey. Ia memilih untuk menghabiskan waktu di Gedung Putih dengan alasan "kondisi yang berkaitan dengan urusan pemerintah."
Tidak hanya Trump, sejumlah perwira militer dan intelijen juga mengubah atau membatalkan rencana liburan mereka. Langkah ini diambil untuk mengantisipasi kemungkinan konflik yang diperbarui dengan Iran.
Laporan CBS juga mengungkapkan bahwa para pejabat pertahanan sedang meninjau pemanggilan kembali personel yang bertugas di luar negeri. Selain itu, rotasi pasukan terus berlanjut di seluruh pangkalan Timur Tengah guna mengantisipasi kemungkinan serangan pembalasan dari Iran.
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada awal pekan ini mengeluarkan peringatan keras. Mereka menyatakan bahwa serangan apa pun oleh AS atau Israel bisa memperluas konflik di luar kawasan Timur Tengah. Militer Iran pun siap membuka front pertempuran baru jika diperlukan.
Artikel Terkait
Trump Lempar Stephen Colbert ke Tempat Sampah, Video AI Viral Picu Perang Politik AS
Krisis Kuba Memuncak: Kapal Induk AS Berlabuh, Raul Castro Didakwa, Ancaman Perang Mengintai
Presiden Korsel Lee Jae Myung Perintahkan Kajian Surat Perintah Penangkapan Netanyahu Usai Serangan Kapal Bantuan Gaza
Ledakan Tambang Batu Bara China Tewaskan 82 Pekerja, Kebocoran Gas Jadi Pemicu