Analisis Citra Satelit: Serangan Balasan Iran Hancurkan 20 Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Termasuk Sistem THAAD

- Selasa, 02 Juni 2026 | 00:50 WIB
Analisis Citra Satelit: Serangan Balasan Iran Hancurkan 20 Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Termasuk Sistem THAAD

Analisis Citra Satelit: Serangan Balasan Iran Hancurkan 20 Pangkalan Militer AS di Timur Tengah

Serangan balasan Iran terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah ternyata menimbulkan kerusakan yang jauh lebih besar daripada yang selama ini diakui Washington. Analisis citra satelit menunjukkan sedikitnya 20 pangkalan AS di delapan negara mengalami kerusakan signifikan akibat serangan rudal dan drone Iran sejak akhir Februari lalu.

Iran menargetkan fasilitas militer di Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, Kuwait, Irak, Yordania, Bahrain, dan Oman. Serangan tersebut merupakan respons atas gelombang serangan AS dan Israel terhadap wilayah Iran dan Lebanon dalam tiga bulan terakhir.

Berdasarkan analisis citra satelit yang dikutip BBC Verify, sedikitnya 20 pangkalan dan fasilitas militer AS di delapan negara Timur Tengah terkena serangan sejak akhir Februari. Namun sejumlah analis memperkirakan jumlah sebenarnya dapat mencapai 28 fasilitas karena tidak semua lokasi dapat dianalisis secara terbuka akibat pembatasan citra satelit dan alasan keamanan militer.

Pentagon mengklaim telah menyerang lebih dari 13 ribu sasaran di Iran sejak dimulainya Operasi Epic Fury. Namun, serangan balasan Teheran tampaknya mampu menimbulkan kerugian besar bagi infrastruktur militer AS di kawasan.

Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan operasi tersebut membuktikan bahwa Timur Tengah tidak lagi menjadi wilayah aman bagi pangkalan-pangkalan militer Amerika.

"Amerika tidak lagi memiliki tempat yang aman di kawasan ini untuk melakukan campur tangan dan mempertahankan pangkalan militernya," kata Khamenei dalam sebuah pernyataan.

Selama ini Gedung Putih berulang kali menyatakan kemampuan militer Iran telah nyaris dilumpuhkan. Namun sejumlah analis menilai kerusakan yang terlihat di berbagai fasilitas AS menunjukkan serangan Iran jauh lebih presisi dan efektif dibandingkan yang diakui pejabat Amerika.

Seorang pejabat pertahanan AS menolak mengomentari temuan tersebut dengan alasan keamanan operasional.

Pemerintah AS bahkan berupaya membatasi analisis independen terhadap konflik dengan meminta Planet Labs, salah satu penyedia citra satelit terbesar dunia, menghentikan sementara publikasi citra baru dari Iran dan sebagian besar wilayah Timur Tengah. Perusahaan itu menyatakan langkah tersebut dilakukan agar data satelit tidak digunakan pihak yang dianggap mengancam personel NATO dan negara sekutu.

Meski demikian, BBC Verify menggunakan citra satelit dari sejumlah penyedia internasional lain serta arsip gambar lama untuk menelusuri dampak serangan Iran. Hasilnya menunjukkan kerusakan pada sejumlah fasilitas penting militer AS.

Kerugian Besar AS: Sistem THAAD Hancur dan Pesawat Tempur Rusak

Salah satu kerugian terbesar adalah rusaknya tiga sistem pertahanan rudal balistik Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) di Pangkalan Udara Al Ruwais dan Al Sader di UEA serta Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania.

Amerika diketahui hanya memiliki delapan baterai THAAD yang aktif di seluruh dunia. Setiap unit bernilai sekitar satu miliar dolar AS dan memerlukan sekitar 100 personel untuk mengoperasikannya. Satu rudal pencegat THAAD bahkan bernilai sekitar 12,7 juta dolar AS.

Mantan Kepala Angkatan Pertahanan Irlandia, Laksamana Madya Mark Mellett, mengatakan sistem tersebut merupakan inti jaringan pertahanan udara regional yang sangat kompleks dan tidak dapat digantikan dengan cepat.

Kerusakan besar juga terlihat di Pangkalan Udara Prince Sultan, Arab Saudi. Analisis citra satelit menunjukkan pesawat pengisian bahan bakar udara dan pesawat pengintai AS mengalami kerusakan berat. Sejumlah kawah ledakan dan bangkai pesawat terlihat jelas dalam foto-foto satelit.

Salah satu pesawat yang rusak diidentifikasi sebagai pesawat pengintai E-3 Sentry. Media AS memperkirakan biaya penggantian satu unit pesawat tersebut dapat mencapai 700 juta dolar AS.


Halaman:

Komentar