Trump mengecilkan serangan yang diterima Israel dan menyebut negara zionis itu memperbesar masalah kecil. "Israel memiliki hak untuk membela diri terhadap ancaman, tetapi serangan yang ditanggapinya sangat kecil dan tidak berarti; tidak ada yang terluka, cedera, atau tewas, dan hal itu seharusnya tidak mengganggu proses penting ini," ujar Trump.
Trump juga memperingatkan agar tidak ada lagi serangan oleh Israel di Lebanon, maupun serangan oleh pihak lain termasuk Hizbullah terhadap Israel.
Pada Senin pagi (15/6/2026), Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan kesepakatan damai antara Iran dan AS melalui akun X miliknya. Sharif menyatakan bahwa AS dan Iran sepakat berdamai setelah pembicaraan intensif berbulan-bulan.
"Dengan senang hati kami mengumumkan bahwa Kesepakatan Perdamaian antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah TERCAPAI," tulis Sharif. Kedua belah pihak telah menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua front, termasuk di Lebanon.
Upacara penandatanganan resmi perdamaian AS dan Iran akan diadakan pada hari Jumat, 19 Juni di Swiss. Baca juga: Erdogan Waspadai Provokasi di Tengah Perdamaian Iran dan AS.
Artikel Terkait
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan
Trump Ancam Aneksasi Selat Hormuz, Iran Tegaskan Kedaulatan Tak Bisa Diganggu Gugat