Para pengamat meyakini Vahidi kini menjadi salah satu tokoh utama yang merumuskan sikap keras Iran dalam negosiasi damai dengan AS pasca perang besar awal 2026. Laporan media internasional menyebut Vahidi termasuk dalam kelompok kecil pejabat senior yang memiliki akses langsung ke Pemimpin Tertinggi baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei.
Mojtaba Khamenei, putra Ali Khamenei, kini menggantikan posisi ayahnya setelah tewas dalam serangan udara gabungan AS dan Israel pada 28 Februari 2026. Namun hingga kini, Mojtaba belum muncul di publik karena dilaporkan mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
Kemunculan Vahidi memicu spekulasi politik di Iran. Banyak pihak menilai ia memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas pemerintahan dan memastikan transisi kekuasaan berjalan di tengah kondisi keamanan yang tegang.
Pemakaman Ali Khamenei Jadi Pusat Perhatian Dunia
Kemunculan Vahidi bertepatan dengan persiapan pemakaman kenegaraan untuk Ayatollah Ali Khamenei yang meninggal pada usia 86 tahun. Khamenei tewas dalam serangan udara gabungan AS dan Israel pada hari pertama perang besar Timur Tengah akhir Februari lalu.
Sebagai pemimpin Republik Islam Iran selama hampir empat dekade, Khamenei dianggap sebagai figur politik dan spiritual paling berpengaruh di Iran dan dunia Syiah. Pemerintah Iran memperkirakan jutaan pelayat akan menghadiri prosesi pemakaman di Teheran, Qom, hingga Mashhad. Pengamanan super ketat diterapkan karena kekhawatiran terhadap ancaman serangan atau operasi intelijen asing.
Negosiasi Damai Masih Berlangsung
Di tengah suasana duka dan ketegangan militer, Iran dan AS masih melanjutkan pembicaraan diplomatik melalui mediator Qatar dan Pakistan. Negosiasi membahas gencatan senjata, keamanan Selat Hormuz, dan masa depan program nuklir Iran. Meski menunjukkan perkembangan positif, situasi keamanan kawasan masih sangat rapuh.
Kemunculan Ahmad Vahidi di tengah proses negosiasi menjadi sinyal bahwa kelompok garis keras Iran tetap memiliki pengaruh besar terhadap arah kebijakan negara. Masa depan perdamaian Timur Tengah sangat bergantung pada dinamika politik internal Iran pasca meninggalnya Ali Khamenei.
Artikel Terkait
Israel Akui Pengeboman Terburuk Sepanjang Sejarah: Iron Dome Gagal Cegat Ribuan Roket Iran
AS dan Iran Sepakat Hentikan Serangan, Negosiasi Baru di Doha Fokus pada Sengketa Selat Hormuz
Iran Klaim Serang 8 Lokasi Militer AS di Kuwait dan Bahrain sebagai Balasan Serangan Rudal
Gempa Kembar Magnitudo Besar di Venezuela Tewaskan 920 Orang, 50.000 Lebih Masih Hilang