Militer Israel (IDF) mengumumkan hukuman tegas bagi 14 tentara dari Batalyon Tzabar, Brigade Givati, terkait aksi desersi massal yang mengguncang pangkalan militer Sde Teiman di Israel selatan. Para tentara tersebut dijatuhi hukuman 30 hari penjara militer dan secara permanen dicopot dari tugas tempur.
Keputusan ini diumumkan langsung oleh Komandan Brigade Givati, Kolonel Netanel Shamaka, pada Sabtu lalu. Tindakan disipliner ini merupakan respons atas insiden kontroversial yang terjadi pada Kamis, di mana sekitar 100 tentara infanteri memilih meninggalkan senjata mereka dan keluar dari pangkalan secara massal.
Kronologi Desersi Massal Tentara Israel
Insiden bermula ketika komandan batalyon memerintahkan penghancuran papan tanda dekoratif yang dipasang oleh para tentara. Menurut klaim pasukan, papan tanda tersebut merupakan bagian dari tradisi kompi mereka. Namun, pihak militer menyatakan bahwa papan tanda itu berisi materi yang merendahkan tentara pemula, mengingat sejarah perpeloncoan yang kerap terjadi di kalangan infanteri IDF.
Selain masalah papan tanda, dugaan perlakuan buruk oleh komandan juga menjadi pemicu utama aksi protes massal ini. Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan para tentara berbaris keluar dari pangkalan sambil meneriakkan kata-kata kasar terhadap para perwira.
Artikel Terkait
YouTuber Travel Thailand Hlun Solo Ditemukan Meninggal di Hotel Georgia, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Arab Saudi Diam-Diam Bentuk Koalisi Internasional untuk Amankan Laut Merah dari Serangan Houthi
AS dan Saudi Serang Milisi Pro-Iran di Irak, Respons Atas 30 Serangan Drone
Gempa Jepang Hari Ini: Listrik Padam, Mal Roboh, Ribuan Warga Mengungsi