Komandan pasukan Givati memberikan tenggat waktu hingga pukul 4 sore bagi para tentara untuk kembali ke Sde Teiman. Mereka yang gagal hadir akan diserahkan ke Polisi Militer untuk penanganan lebih lanjut. Pada malam harinya, sebagian besar pasukan telah kembali, meskipun satu peleton berisi 30 hingga 40 prajurit sempat bertahan.
Pada Jumat, IDF mengonfirmasi bahwa sekitar 80 prajurit yang kembali diwajibkan menjalani proses komando dan pendidikan untuk memperkuat disiplin serta nilai-nilai militer. Dua prajurit lainnya akan dijatuhi hukuman menyusul, sementara satu prajurit belum kembali ke pangkalan.
Pernyataan Komandan dan Penegakan Disiplin
Dalam surat resmi kepada pasukan, Kolonel Netanel Shamaka menegaskan pentingnya disiplin di tubuh militer. Ia mengakui dedikasi dan keberanian para tentara selama masa perang, namun menekankan bahwa insiden ini merupakan pelanggaran serius yang tidak dapat ditoleransi.
"Selama perang, kalian telah membuktikan komitmen kalian terhadap misi. Kalian berjuang dengan gagah berani, mempertaruhkan nyawa kalian di semua sektor pertempuran," tulis Shamaka. "Justru karena apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam ini, insiden disiplin yang baru-baru ini terjadi adalah peristiwa serius yang tidak memiliki tempat di IDF maupun Brigade Givati."
Kasus desersi massal ini menjadi sorotan publik dan menimbulkan pertanyaan tentang moralitas serta kondisi internal pasukan Israel di tengah konflik yang berkepanjangan. Tindakan tegas militer diharapkan dapat memulihkan disiplin dan kepercayaan di jajaran pasukan.
Artikel Terkait
YouTuber Travel Thailand Hlun Solo Ditemukan Meninggal di Hotel Georgia, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Arab Saudi Diam-Diam Bentuk Koalisi Internasional untuk Amankan Laut Merah dari Serangan Houthi
AS dan Saudi Serang Milisi Pro-Iran di Irak, Respons Atas 30 Serangan Drone
Gempa Jepang Hari Ini: Listrik Padam, Mal Roboh, Ribuan Warga Mengungsi