Tabu Seribu Tahun yang Dinilai Terlanggar
Dalam tradisi seni rupa Islam, terdapat aturan ketat yang melarang representasi figuratif makhluk bernyawa—terutama wujud tubuh wanita—untuk menjaga nilai teologis serta menghindari praktik kemusyrikan. Oleh karena itu, kemunculan instalasi visual manusia di kawasan oasis kuno AlUla dinilai sebagai langkah provokatif. Publik menilai pameran ini telah melanggar tabu keagamaan yang telah terjaga rapi selama lebih dari seribu tahun di Jazirah Arab.
Pembelaan Seniman dan Dalih Dialog Budaya
Di tengah badai kritik yang menilai pameran tersebut menodai nilai-nilai Islam, Lita Albuquerque pasang badan membela karyanya. Seniman berdarah Yahudi itu mengklaim bahwa pemajangan patung figuratif wanita ini justru menjadi terobosan besar yang berhasil diterima di Arab Saudi. Albuquerque menjelaskan bahwa patung biru tersebut menggambarkan sosok astronaut fiktif yang turun ke bumi untuk menyebarkan pengetahuan serta pemahaman global.
Sementara itu, pihak penyelenggara pameran berargumen bahwa 14 instalasi raksasa di Desert X AlUla dihadirkan untuk membuka ruang dialog antarbudaya, sekaligus mendongkrak potensi ekonomi kawasan AlUla sebagai jalur perdagangan kuno.
Artikel Terkait
Perang Turki vs Israel: Analisis Kekuatan Militer Terbaru & Dampak Strategis Pakta Makkah
Embargo Dagang UEA ke Iran: Konflik Timur Tengah Memanas, Dampaknya bagi Ekonomi Global
Menteri Israel Ben Gvir Serukan Gaza Dikosongkan Permanen dan Minta Militer Bunuh 30-40 Warga Setiap Malam
Warga Gaza Rayakan HUT ke-81 RI dengan Lukisan Merah Putih di Tengah Reruntuhan