Sultan Brunei Copot Gelar Menantu: Kisah Pengiran Raabi'atul Adawiyyah
MULTAQOMEDIA.COM - Istana Nurul Iman kembali menjadi sorotan dunia. Sultan Hassanal Bolkiah, Penguasa Brunei Darussalam, secara resmi mencabut gelar kerajaan dari menantu perempuannya, Pengiran Raabi'atul Adawiyyah Pengiran Haji Bolkiah. Keputusan mengejutkan ini diumumkan langsung oleh Kantor Kepala Protokol Kerajaan (Grand Chamberlain) pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Penjabat Kepala Protokol Kerajaan, Pengiran Haji Raffizanna Pengiran Haji Razali, menegaskan bahwa pencopotan gelar ini bukanlah keputusan administratif biasa. Langkah tersebut merupakan titah mutlak yang turun langsung dari Yang Di-Pertuan Agong Brunei Darussalam.
Alasan Pencopotan Gelar: Dinilai Coreng Martabat Kerajaan
Pencopotan gelar istri dari Pangeran 'Abdul Malik Hassanal Bolkiah ini memicu banyak pertanyaan publik. Mengutip laporan RTB News, keputusan drastis ini diambil karena perilaku Pengiran Raabi'atul Adawiyyah dinilai sudah melenceng jauh dari norma yang berlaku. Sikapnya dianggap tidak pantas untuk seorang istri anggota keluarga kerajaan.
Tindak-tanduknya disebut telah mencoreng nama baik dan martabat institusi kerajaan. Lebih parahnya lagi, Raabi'atul dinilai menunjukkan sikap kurang hormat terhadap Sultan Hassanal Bolkiah. Meski demikian, pihak istana memilih bungkam dan tidak merinci detail perilaku yang memicu murka Sultan tersebut.
Artikel Terkait
107.000 Warga Swiss Tinggalkan Gereja pada 2023, Pajak Gereja Jadi Pemicu Utama
PM Malaysia Anwar Ibrahim Masuk Rumah Sakit di Hari Ulang Tahun ke-79, Sempat Bahas Skandal Pilot Narkoba dengan Raja Malaysia
Parlemen Iran Sahkan RUU Larangan Kapal AS dan Israel Melintasi Selat Hormuz: Langkah Geopolitik yang Mengguncang Kawasan
Tidur Memeluk Labu Musim Dingin: Tren Viral Pengganti AC yang Efektif Mendinginkan Tubuh, tapi Waspadai Risiko Pecah dan Bakteri