Sultan Brunei Copot Gelar Menantu: Kisah Pengiran Raabiatul Adawiyyah yang Coreng Martabat Kerajaan

- Senin, 10 Agustus 2026 | 11:50 WIB
Sultan Brunei Copot Gelar Menantu: Kisah Pengiran Raabiatul Adawiyyah yang Coreng Martabat Kerajaan

Kabar ini tentu saja membuat publik terkejut. Pasalnya, pernikahan Raabi'atul dengan Pangeran Abdul Malik pada April 2015 lalu digelar dengan sangat spektakuler. Pesta pernikahan di Istana Nurul Iman itu digambarkan seperti negeri dongeng, dengan gaun pengantin yang dihiasi emas, berlian, dan zamrud. Bahkan, buket bunga yang digenggamnya dirangkai dari permata dan logam mulia.

Dari pernikahan megah yang sempat menjadi perbincangan global tersebut, pasangan ini telah dikaruniai empat orang anak. Selama menjadi bagian dari keluarga kerajaan, Raabi'atul kerap mendampingi suaminya dalam berbagai tugas kenegaraan, termasuk lawatan resmi ke Singapura pada 2016.

Sosok Cerdas di Balik Gelar yang Dicopot

Pengiran Raabi'atul Adawiyyah sejatinya bukanlah sosok sembarangan. Lahir pada tahun 1992 sebagai anak kedua dari 10 bersaudara, ia berasal dari keluarga bangsawan bergelar pengiran. Pendidikannya pun ditempuh di sekolah-sekolah bergengsi di Brunei, seperti Al-Falaah School, Rimba I Primary School, dan Rimba Secondary School.

Perempuan yang aktif dalam kompetisi tilawah Al-Quran sejak remaja ini juga dikenal memiliki kecerdasan di atas rata-rata. Setelah lulus pada 2012, ia sempat bekerja sebagai System Data Analyst di perusahaan konsultan IT ternama di Brunei. Kariernya kemudian berlanjut sebagai instruktur IT di HAD Technologies.

Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti bagaimana nasib dan posisi Raabi'atul pasca-pencabutan gelar tersebut. Yang jelas, titah Sultan telah turun dan gelar kebangsawanan yang selama ini membalut namanya kini resmi ditanggalkan. Keputusan ini menjadi pengingat bahwa di dalam institusi kerajaan, kehormatan dan kepatuhan adalah harga mati.


Halaman:

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler