"Yang terpenting, semua itu harus berlangsung dengan tertib, damai, dan patriotik," tulisnya.
Anwar Ibrahim mencontohkan dirinya telah mendorong prinsip demokrasi tersebut melalui sesi tanya jawab perdana menteri (Prime Minister’s Question Time/PMQT) di parlemen. Para anggota parlemen bebas mengajukan pertanyaan apa pun secara langsung, mengajukan keberatan kepadanya sebagai perdana menteri.
"Mohon terus diimbau kepada anggota DPR untuk terus hadir dan berpartisipasi aktif dalam seluruh sidang, khususnya sidang PMQT," tulisnya.
Anwar juga mendorong warganya agar perbedaan pandangan disalurkan lewat dialog, berdiskusi, mencari titik temu, berkarya, dan membangun Malaysia bersama-sama.
"Bukan hanya di jalanan, melainkan bangkit untuk belajar, meraih, dan menguasai bidang-bidang baru agar negeri ini dapat maju dengan mantap dan penuh semangat."
Dia juga menyebut upaya pemerintah dalam meningkatkan pariwisata dan menopang perekonomian di Kuala Lumpur. Berbagai landmark bersejarah di sekitar ibu kota Malaysia tersebut, termasuk Gedung Sultan Abdul Samad di Dataran Merdeka, saat ini dalam tahap konservasi berskala besar.
"Agar kita dapat meningkatkan pariwisata dan menopang perekonomian di sekitar ibu kota yang sarat akan nilai sejarah, harapan, dan semangat kebangsaan, terutama bertepatan dengan Tahun Kunjungan Malaysia 2026 dan berbagai kegiatan menarik menanti, Insya Allah," tulisnya.
Sebelumnya sekitar 18.000 orang memadati kawasan Dataran Merdeka berdemonstrasi menuntut Anwar mundur dari jabatannya. Dalam unjuk rasa tersebut, massa memprotes kenaikan harga barang, isu intervensi hukum dan menilai Anwar gagal menepati janji reformasi saat kampanye
Sumber: inews
Artikel Terkait
Bumi Hilang Gravitasi 7 Detik 12 Agustus 2026? Ini Fakta Sains yang Membantah Hoaks Viral
Perang Dunia 3? Klaim Dewan Perang Eropa & Bantahan Uni Eropa Dikupas Tuntas
Jerman Bangkitkan Militer Terkuat di Eropa 2026: Anggaran Rp1.950 Triliun & Wajib Militer Baru
Kecelakaan Kereta Cepat Spanyol di Adamuz: 21 Tewas, Penyebab Diduga Anjlok