“Jadi mereka sudah diobati di Posko KLB Keracunan MBG, dibolehkan pulang. Begitu sampai di rumah, mereka kambuh lagi akhirnya balik lagi berobat,” kata Rajiv.
Melihat kondisi ini, Rajiv mendorong pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk memperketat pengawasan, mulai dari kualitas bahan baku, proses produksi, hingga distribusi makanan. Ia menegaskan bahwa keamanan pangan adalah bagian penting dari kedaulatan pangan nasional.
“Apa gunanya kita bicara swasembada, kalau makanan yang beredar justru membuat masyarakat sakit? Kedaulatan pangan bukan hanya soal ketersediaan, tapi juga soal keamanan. Ini tugas besar yang harus segera kita bereskan,” ujarnya.
Rajiv menambahkan, kasus keracunan MBG bukan kali ini saja terjadi. Karena itu, dia mendesak agar evaluasi dilakukan menyeluruh, terutama dalam hal standar teknis pengolahan makanan agar tidak lagi menimbulkan korban di kemudian hari
Sumber: inews
Artikel Terkait
Viral Video Vell TikTok 8 Menit: Fakta, Tato Sensitif & Bahaya Link Palsu
Penkopassus Bantah Isu Seskab Teddy Ditampar Pangkopassus: Klarifikasi Lengkap dan Kronologi Hoaks
Ade Armando & Abu Janda Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Ini Penyebab & Respons Mereka
Forklift Modern 2024: Tantangan, Peluang & Solusi Efisiensi Logistik Terbaru