"Kenapa di sini mentang-mentang di pelosok, Makanannya ini makanan basi," tegasnya.
Makanan yang diduga basi tersebut terdiri dari sayur-sayuran. Untungnya, makanan itu belum sempat dibagikan kepada siswa.
"Karena di sini guru-gurunya sudah tahu bahwa makanan itu baunya sudah menyengat. Jadi guru-guru tidak membenarkan untuk dimakan," jelas Nur Fadli.
Menurut informasi yang diperoleh, seratus paket makanan tersebut ditujukan untuk siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK, SD, hingga SMP.
"Ini satu paket. Jadi satu paket yang diantarkan itu berarti satu dapur," tambahnya.
Kejadian ini menunjukkan pentingnya pengawasan terhadap kualitas makanan yang diberikan kepada anak-anak, terutama di daerah pelosok.
Sumber: merdeka
Artikel Terkait
Prada Arif Tewas dengan 10 Luka Tusuk di Tangerang, Polisi Tangkap 4 Pelaku dalam 24 Jam
Hasto Kristiyanto Kritik Keras Pelibatan Babinsa Awasi Pajak: Bentuk Penyalahgunaan Kekuasaan Negara
Ahli Digital Forensik Ungkap Manipulasi Replikasi Data dalam Kasus Ijazah Jokowi
Gibran Duduk di Kursi Menteri Saat Sidang Kabinet: Isyarat Politik atau Sekadar Teknis?